Kenaikan Harga BBM

Terobos Kawat Berduri, Aksi Unjuk Rasa BEM SI dan GMNI Berpotensi Timbulkan Kerusuhan

Aksi unjuk rasa BEM SI dan GMNI terkait kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat ada potensi kericuhan karena terobos kawat berduri.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Aksi unjuk rasa BEM SI dan GMNI terkait kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat ada potensi kericuhan karena terobos kawat berduri. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Massa aksi yang tergabung di dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sudah berdatangan ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, aksi unjuk rasa terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Hadir juga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi mahasiswa ekstra kampus.

Pantauan wartawan Wartakotalive.com di lokasi sekira pukul 14.45 WIB, Kamis (8/9/2022),Kedua elemen ini lakukan aksi unjuk rasa di Kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Baca juga: Massa Penolak Kenaikan Harga BBM Sweeping Mobil Dinas Wali Kota Cilegon, 6 Kader GPI Jadi Tersangka

Namun, kawat duri yang dipasang pihak kepolisian akhirnya dirusak, dan aksi massa aksi unjuk rasa mulai melewati batas yang sudah di pasang kawat duri.

Elemen masyarakat dan mahasiswa ini terus mencoba menerobos kawat duri yang sudah di pasang. 

Sementara itu, pihak polisi yang berjaga sudah bersiap dengan memakai rompi dan helm yang mereka pakai. Aksi unuk rasa terkait kenaikan BBM, sampai sore ini terlihat mulai memicu kerusuhan. 

Baca juga: AKBP Aldi Subartono Naik Ojol Bagikan Beras untuk Sopir Angkot yang Terdampak Kenaikan Harga BBM

Diketahui, aksi unjuk rasa karena adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite, Solar, dan Pertamax yang  diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB, membuat sejumlah elemen buruh dan mahasiswa beberapa waktu terakhir lakukan aksi unjuk rasa.

Beberapa waktu terakhir setelah BBM naik, sejumlah elemen masyarakat lakukan unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM yang saat ini karena, Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, Solar subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Alfian Firmansyah (M32) 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved