Kenaikan Harga BBM

Jokowi Naikkan Harga BBM, Sektor Transportasi Langsung Terdampak, Tarif Bus AKAP Meroket 40 Persen

Nenurut Kurnia pemerintah perlu memikirkan dampak luas kenaikan bahan bakar minyak khususnya pada bidang transportasi

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Joko Supriyanto
ILUSTRASI: Suasana di Terminal Bekasi Minggu (17/4/2022). kenaikan harga bahan bakar minyak dijawab dengan naiknya tarif bus AKAP 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN-- Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan menyebut, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif bus jarak jauh otomatis dilakukan penyesuaian.

Kurnia menyebut,  kenaikan harga solar tentunya akan berdampak pada biaya operasional bus.

Maka dari itu, untuk menutupi biaya operasional, tarif bus tentu akan naik menyesuaikan kenaikan BBM saat ini.

"Kami pasti melakukan penyesuaian harga tiket mulai hari ini. Penyesuaian harga ini untuk jarak pendek berkisar 25 persen, jarak menengah berkisar 30 persen dan jarak jauh berkisar 35 persen- 40 persen," kata Kurnia, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Pertalite di SPBU Vivo Viral karena Harga Lebih Murah, Pengamat: Sedang Branding Produk

Menurut Kurnia, sebenarnya para pengusaha bus sebelum terjadi kenaikan BBM sudah dibebankan dengan kenaikan spare part berkisar 15 persen kurun tiga bulan terakhir.

Sementara, sekarang kembali dihadapi dengan kenaikan BBM, tentu ini cukup memberatkan bagi pengusaha bus.

"Yang harus di ketahui semua pihak adalah sebelum kenaikan BBM solar terjadi harga spare parts sudah naik, dalam kurun waktu 3 bulan ini saja kenaikan harga spare parts sudah sampai 15 persen naiknya;" katanya.

Selain itu, menurut Kurnia, ketersediaan spare part salah satunya ban, menurut dia juga cukup sulit untuk didapatkan kurun waktu Januari 2022 lalu.

Baca juga: VIDEO Dampak Kenaikan BBM, Pemerintah Kucurkan Dana BLT Rp 600 Ribu

Salah satunya yakni ban Tubless Radial, karena terkendala kebijakan import.

"Ban ini juga terkendala oleh kebijakan kuota import, sementara ban jenis Tubless radial dalam negeri belum bisa produksi banyak," katanya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved