Kuliner Jakarta

WARTA SEDAP: Menikmati Segarnya Es Teler Sari Mulia yang Legendaris, Sudah Ada Sejak 1970-an

Es Teler Sari Mulia Asli berada di Kompleks Bioskop Metropole XXI, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng Jakarta Pusat

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Es Teler Sari Mulia Asli berlokasi di Kompleks Bioskop Metropole XXI, Jalan Pangeran Diponegoro No.21, RT.1/RW.1, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG -- Es Teler merupakan kuliner sederhana yang banyak diburu.

Salah satu kedai es teler legendaris yang tak pernah sepi pengunjung adalah Es Teler Sari Mulia Asli.

Berlokasi di Kompleks Bioskop Metropole XXI, Jalan Pangeran Diponegoro No.21, RT.1/RW.1, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat kedai ini menyajikan cita rasa yang autentik.

Ditemui Wartakotalive.com, Siswadi (54), keponakan Samijem Darmowiyono, pengelola Es Teler Sari Mulya Asli menceritakan awal mulanya munculnya es teler.

"Awalnya dari seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang saat itu masih kuliah di bilangan Salemba, Jakarta Pusat. Mahasiwa UI tersebut memesan es campur hanya dengan isian alpukat, nangka dan kelapa. Setelah itu, dilumuri kental manis dan sirup gula," ucap pria yang karib disapa Sis.

"Terus mahasiswa UI itu nyeletuk kepada Samijem setelah menenggak es campur pesanannya. Dia bilang sehabis minum, "Wah, esnya bikin teler. Yaudah yayuk (sebutan Samijem) namain aja es teler," imbuhnya.

Pembeli sedang memesan es teler di Gerai  Es Teler Sari Mulia Asli
Pembeli sedang memesan es teler di Gerai Es Teler Sari Mulia Asli (Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti)

Baca juga: WARTA SEDAP: Rumah Makan Sate Anda Bekasi, Hadirkan Berbagai Olahan Kambing Sejak 1970an

Siswandi melanjutkan, selain itu terciptanya es teler berawal dari perjuangan Samijem dan suaminya, Darmowiyono saat merantau dari Sukoharjo, Kabupaten Solo, Jawa Tengah ke Ibu Kota.

"Samijem merantau dari Solo ke sini (Jakarta) sebagai tukang jamu gendong keliling sedangkan Darmowiyono berjualan rokok," ucap dia.

Lalu, pada tahun 70-an, akhirnya Samijem berjualan es campur di Jalan Cilacap dengan isian seperti pepaya, buah atep, cincau, kelapa dan nangka.

"Terus Samijem diizinkan berjualan es campur di depan rumah pak RW. Tidak hanya es campur, Samijem juga menjual bakso dan siomay," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved