Polisi Tembak Polisi

Ada Perintah Cuci Baju untuk Hilangkan Sisa Tembakan Usai Pembunuhan Brigadir Yosua

Anam mengatakan, penting bagi penyidik berhati-hati dalam menangani kasus tersebut. Seba, kata Anam, TKP telah dirusak.

Editor: Yaspen Martinus
YouTube@POLRI TV RADIO
Komnas HAM menemukan ada perintah mencuci baju, guna menghilangkan gunshot residue (GSR) dalam konteks obstruction of justice, pada kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komnas HAM menemukan ada perintah mencuci baju, guna menghilangkan gunshot residue (GSR) dalam konteks obstruction of justice, pada kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Namun, komisioner Komnas HAM M Choirul Anam tidak merinci lebih jauh terkait siapa yang memberi perintah untuk mencuci baju tersebut.

"Kami temukan misalnya ada perintah bajunya dicuci untuk menghilangkan GSR," kata Anam usai konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).

Anam mengatakan, penting bagi penyidik berhati-hati dalam menangani kasus tersebut. Seba, kata Anam, TKP telah dirusak.

"Kenapa saya bilang hati-hati? Karena memang TKP-nya rusak, karena memang skenarionya juga rusak."

"Karena memang beberapa benda yang sangat penting itu juga tidak ada sampai sekarang. HP-nya Josua belum ketemu sampai sekarang."

Baca juga: Harga BBM Bakal Naik, Sekjen PDIP: Bukan Salah Pemerintah, Siapa Sangka Rusia-Ukraina Perang?

"Dan beberapa hal yang penting yang itu bisa menunjukkan kapan itu berlangsung, bagaimana berlangsung juga tidak ketemu."

"Atau jejak-jejak yang lain misalnya kayak baju yang harusnya ada GSR-nya, sudah dicuci misalnya begitu," beber Anam.

Oleh karena itu, kata Anam, obstruction of justice menjadi tantangan dalam penanganan kasus tersebut.

Baca juga: Alasan Kemanusiaan, Penyidik Tetap Tak Tahan Putri Candrawathi Usai Diperiksa 11 Jam

Bahkan, kata dia, obstruction of justice perlu dijadikan musuh bersama.

"Harusnya satu langkah beres, kalau tidak ada obstruction of justice."

"Gara-gara obstruction of justice, ya langkahnya bisa dua atau tiga kali. Makanya memang ini musuh kita bersama nih obstruction of justice ini," tutur Anam. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved