Berita Jakarta

Di Depan Anies Baswedan, Gerindra dan Demokrat Soroti Rendahnya Realisasi BTT untuk Tangani Covid-19

Fraksi Gerindra merasa heran dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang tidak memaksimalkan duit untuk penanganan dampak ekonomi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
warta kota/ramadhan LQ
Angoota Komisi A DPRD DKI, Purwanto mengkritik Anies Baswedan soal penyerapan anggaran Covid-19 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi Gerindra dan Demokrat di DPRD DKI Jakarta menyoroti rendahnya realisasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) Pemprov DKI Jakarta tahun 2021.

Dari pagu anggaran sebesar Rp 3,04 triliun, duit yang terserap hanya Rp 439,89 miliar atau 14,45 persen, sedangkan sisanya menjadi sisa lebih pembiayaan anggarn (silpa).

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Purwanto mengatakan, BTT merupakan bentuk pengeluaran anggaran yang sifat kegiatannya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang.

Misalnya untuk penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah.

Baca juga: Anies Baswedan Diminta Tindaklanjuti Dugaan Perpecahan Dua Kubu ASN di Pemprov DKI Jakarta

“Sepanjang tahun 2021 DKI Jakarta masih mengalami pandemi Covid-19 yang cukup besar dampaknya bagi kehidupan masyarakat, tidak saja dalam bidang kesehatan tetapi jga dampak sosial dan ekonomi yang dihadapi, terutama turutnnya pendapatan dan meningkatkan angka kemiskinan,” kata Purwanto saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (24/8/2022).

Purwanto mengatakan, berdasarkan rincian bidang penanganan Covid-19, dampak ekonomi hanya mengalami Rp 2,36 miliar.

Fraksi Gerindra merasa heran dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang tidak memaksimalkan duit untuk penanganan dampak ekonomi.

Baca juga: Anies Baswedan Dapat SP 2 dari KOPAJA, Ahmad Riza Patria Bela dengan Bandingkan Era Ahok

“Mengapa dana BTT yang direncanakan tidak begitu maksimal dialokasikan pada sektor bidang penanganan dampak ekonomi yang jelasnya sangat dibutuhkan masyarakat untuk pemulihan ekonomi, dan khususnya pada daya beli masyarakat,” ujar Purwanto.

Sementara itu anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta Faisal meminta penjelasan rendahnya realisasi BTT yang hanya menjadi silpa.

“Padahal masih banyak program-program pembangunan yang membutuhkan alokasi anggaran,” ujar Faisal dalam kesempatan rapat yang sama.

Menanggapi pernyataan kedua fraksi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sebagian besar alokasi BTT adalah untuk belanja penanganan Covid-19.

Pada tahun 2021, belanja penanganan Covid-19 telah dianggarkan pada belanja barang dan jasa serta belanja bantuan sosial.

“Karena itu realisasi belanja penanganan Covid-19 melalui BTT hanya atas pengeluaran yang belum dianggarkan dan mendesak,” demikian pidato Anies yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di DPRD DKI Jakarta. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved