Polisi Tembak Polisi

Ketua Komnas HAM Marahi Ferdy Sambo di Mako Brimob karena Ajak Choirul Anam Bertemu

Usai pertemuan, kata Taufan, Anam kemudian melaporkan hasil pertemuan tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Alfian Firmansyah
Irjen Ferdy Sambo mengaku salah karena mengajak komisioner Komnas HAM M Choirul Anam bertemu, di awal kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, ramai di publik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Irjen Ferdy Sambo mengaku salah karena mengajak komisioner Komnas HAM M Choirul Anam bertemu, di awal kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, ramai di publik. 

Pengakuan tersebut, kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, disampaikan sang tersangka ketika diperiksa Komnas HAM di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dalam permintaan keterangan tersebut, kata Taufan, Sambo juga menegaskan tidak melakukan intervensi dalam bentuk apa pun sebagaimana yang ia lakukan terhadap LPSK.

"Tidak ada (intervensi). Dan itu saya tanyakan langsung ketika memeriksa Sambo."

"Saya marah sama dia waktu ketemu. Kamu ini ngapain kayak begitu? Dia minta maaf, 'Pak saya salah,"

"Kamu (Sambo) tahu enggak itu bisa merusak integritasnya Anam dan Komnas HAM?"

Baca juga: Pekan Ini Tim Khusus Polri Periksa Putri Candrawathi Sebagai Tersangka

"Iya Pak, minta maaf. Saya tanya, ada uang tidak kamu kasih?"

"Tidak ada (kata Sambo). Saya rekam lho ini. Memang direkam," ungkap Taufan mengingat peristiwa tersebut, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2022).

Taufan menjelaskan, pada 11 Juli 2022 sekira pukul 12.00, Anam yang ia tugaskan menjadi liaison officer (LO) terkait kerja sama Komnas HAM dengan Polri, sempat meminta izin bertemu Sambo.

Baca juga: Batal Digelar Hari Ini, Kamis Lusa Irjen Ferdy Sambo Disidang Kode Etik

Taufan pun memberikan izin, karena Anam memang bertugas untuk itu.

Usai pertemuan, kata Taufan, Anam kemudian melaporkan hasil pertemuan tersebut.

"Terus besok pagi baru dijelaskan, 45 menit katanya cuma nangis-nangis, seperti yang digambarkan Pak Mahfud MD (dalam RDP dengan Komisi III DPR itu," beber Taufan.

Baca juga: Hasil Autopsi Ulang Nyatakan Brigadir Yosua Tak Dianiaya, Kamaruddin: Tambah Tidak Jelas

Taufan pun menjelaskan selama ini Anam adalah orang yang sangat disiplin dalam melaporkan pekerjaan kepadanya.

Hal tersebut, kata dia, termasuk dalam tugasnya sebagai LO Komnas HAM dalam kerja sama dengan Mabes Polri terkait pengawasan.

"Dia kan saya kasih tugas untuk itu, maka dia pergi."

"Saya bilang dia paling disiplin ini. Misalnya mau pergi atau setelah pulangnya," beber Taufan. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved