Polisi Tembak Polisi
KNPI Lihat Citra Polri Hancur Buntut Kasus Ferdy Sambo, Butuh Penataan yang Libatkan Banyak Pihak
Pengurus KNPI, Rasminto, berharap pembenahan institusi Polri bisa secepatnya karena citra sudah hancur, buntut kasus Ferdy Sambo.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
“Kesan ini akan semakin membuat suram citra Polri dan distrust (ketidakpercayaan) masyarakat terhadap Polri,” imbuhnya.
Menurut dia, penataan kelembagaan dalam reformasi Polri yang paling fundamental lainnya, adalah merubah paradigma anggota yang merasa kebal (superbody) dalam bidang penegakan hukum.
Karena itu, diperlukan restrukturisasi organisasi dan kebijakan ataupun kewenangan yang tumpang tindih.
“Lihat saja adanya Satgassus Merah Putih yang telah dibubarkan kemarin, kan itu benar-benar seakan Mabes di dalam Mabes,” ucapnya.
Dengan penataan ini, diharapkan setiap anggota Polri benar-benar dapat memahami perannya sebagai pengayom, pelindung dan pelayanan masyarakat dalam penegakan hukum.
Karenanya, penataan perlu melibatkan perguruan tinggi dan lembaga masyarakat yang kredibel dan berintegritas.
“Libatkan perguruan tinggi yang kredibel yang memiliki akademisi yang jujur, bersih, berintegritas dan kemampuan akademisi yang mumpuni, dan lembaga masyarakat yang concern dalam reformasi Polri ini,” tutupnya.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, bakal menyiapkan memorandum kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar penataan Polri dilakukan secara internal saja. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dalam YouTube Akbar Faisal, Rabu (17/8/2022).
“Iya habis ini saya akan menyiapkan sebuah memorandum kepada presiden untuk penataan Polri itu secara internal saja, enggak usah perubahan undang-undang status Polri di bawah kemetnerian, itu gaduh nanti,” kata Mahfud MD yang dikutip dari KOMPAS.TV.
Mahfud MD mengatakan, dalam memorandum kepada Presiden nanti, dia menginginkan adanya penataan penggunaan dana. Lalu, rekrutmen calon pimpinan itu.
“Itu kan isunya ramai lah, saya sebagai orang dalam ini, sulit sekali di sana kalau bukan kelompoknya E ikut Sespim gitu bisa, sesudah ikut pun susah banget gitu, di sana itu biayanya banyak dan macam-macam lah,” ujar Mahfud.