Polisi Tembak Polisi
Deolipa Yumara Sebut Ferdy Sambo Biseksual dan Psikopat
Deolipa Yumara menyebut bahwa Irjen Ferdy Sambo, tersangka otak pembunuhan Brigadir J, adalah seorang psikopat dan biseksual
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
Terkait hal inilah Deolipa menyebut bahwa Irjen Fadil Imran harus mundur.
"Kapolda Metro pelukan sama psikopat dan biseksual bikin malu. Saya psikolog, malu lihatnya," ujar Deolipa.
Ketika ditanya apakah Deolipa memiliki bukti dan fakta bahwa Irjen Ferdy Sambo adalah seorang psikopat dan biseksual, Deolipa mengaku berdasarlan analisanya saja.
"Analisa dong, mana bisa kita memliki fakta tentang ilmu biseksual atau LGBT. Semua adalah analisa terhadap perilaku, karakter manusianya. Kan saya psikolog, betul kan," papar Deolipa.
Baca juga: Sidang Pertama Gugatan Deolipa dan Boerhanuddin Terhadap Bharada Eliezer Digelar 7 September 2022
Terkait pernyataan agar Kapolda Metro Jaya mundur, kemudian belakangan Deolipa mengaku bercanda.
"Sori Pak Kapolda tadi aku bercanda omongannya. Tapi sebentar lagi serius," ujar dia.
Terkait dirinya yang dituding sibuk manggung saat menjadi pengacara Bharada E sehingga diduga membuat Bharada E tidak nyaman, Deolipa Yumara mengatakan tudingan itu tidak berdasar.
Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin adalah Pengacara Bharada E yang kedua ditunjuk oleh Bareskrim Polri, usai Andreas Nahot Silitonga Pengacara terdahulu memundurkan diri tanpa memberi alasan.
Saat diperkenalkan sebagai pengacara terbaru Bharada E, Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin memberi terobosan dengan siap mengajukan kliennya sebagai Justice Collaborator dan meminta perlindungan dari LPSK.
Kepada dirinya kata Deolipa, akhirnya Eliezer terbuka hatinya dan menceritakan semua kronologi dan para tersangka yang terlibat di TKP melalui tulisan di secarik kertas yang dijadikan bahan oleh para penyidik dan Timsus bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Baca juga: Bharada E Sebut Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J
Deolipa Yumara mengklarifikasi dan menjawab beberapa tudingan yang mengarah kepada dirinya.
"Pertama mengenai tidak nyaman, bagaimana mungkin aku seorang seniman bisa membuat tidak nyaman seseorang yang tersangka, aku kan pasti ngelucu sama Bharada E, ketawa-ketiwi." ucapnya.
Bahkan kata Deolipa, dua orang Brimob yang selalu mengawal Bharada E juga nyaman bersamanya.
"Sepanjang mereka ikut sama aku, mereka juga ketawa kok," ungkapnya.
"Bagaimana mungkin seorang Bharada tidak nyaman, itu pencemaran pertama," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Eks-kuasa-hukum-Bharada-E-Deolipa-Yumara-menyebut-bahwa-Irjen-Ferdy-Sambo.jpg)