Fraksi PKB-PPP Minta Tarif Integrasi Jaklingko Jadi Prioritas Bagi Warga Jakarta
Pemprov DKI Jakarta diminta memprioritaskan warga Jakarta untuk tarif integrasi Jaklingko Rp 10.000 agar mereka mau beralih naik angkutan umum.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar tarif integrasi Jaklingko Rp 10.000 diprioritaskan untuk warga Jakarta. Harapannya, warga Ibu Kota beralih naik angkutan umum karena tarifnya lebih terjangkau.
Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengaku, telah menyampaikan aspirasi itu dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Saat itu Hasbiallah berpandangan, bahwa dana subsidi atau public service obligation (PSO) yang dikucurkan untuk transportasi umum bersumber dari rakyat Jakarta.
“Jadi yang diprioritaskan masyarakat Jakarta yang benar-benar terseleksi atau yang belum mampu dulu. Karena pertimbangan kami dari kebijakan ini bagaimana masyarakat di DKI Jakarta ini mengurangi kemacetan,” kata Hasbiallah pada Kamis (11/8/2022).
Baca juga: Tarif Ojol Naik Pada 14 Agustus, Wagub DKI Berharap Warga Beralih ke Transjakarta
Dia mencontohkan, seperti kemacetan yang terjadi di wilayah Panglima Polim, Jakarta Selatan dan Jalan Proklamasi Jakarta Pusat. Di sana kerap dilanda kemacetan terutama saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari.
“Lalu jalanan itu kan makin sempit (penataan trotoar), jadi ya sudahlah, akhirnya dengan itu (tarif integrasi) untuk mengurangi kemacetan nih,” ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.
Lantaran tarif intergasi ini telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Hasbiallah lalu meminta kepada pemerintah daerah agar mempromosikan transportasinya sendiri.
Dengan begitu, masyarakat secara sadar tergerak untuk beralih naik angkutan umum dari kendaraan pribadi.
“Kalau tidak ada sosialisasi yang maksimal terus seperti ini. Berapapun penambahan modalnya, akan terus seperti ini (macet). Berapapun ditarik tarif, terus seperti ini,” ucapnya.
Baca juga: Dukung Sistem Angkutan Umum Terintegrasi, Anies Tetapkan Paket Tarif Integrasi Jaklingko Rp 10.000
“Dulu kan yang dipertanyakan itu, pada waktu itu pak Gubernur di kampanye bilang Rp 5.000 transportasi terintegrasi, semuanya cukup Rp 5.000. Nggak tahunya kan dinaikkan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Hasbiallah juga meminta kepada pemerintah daerah agar memasifkan penataan infrastruktur yang memudahkan orang berpindah ke berbagai angkutan umum.
Dia menyoroti, jumlah halte Transjakarta yang lebih banyak dari Stasiun MRT Jakarta dan LRT Jakarta akan membuat warga kesulitan untuk berpindah angkutan umum.
“Kami juga minta ke stasiun di perkantoran sampai ke Sudirman tuh harus bisa semuanya karena macet di sana. Permasalahannya gini, masyarakat Jakarta ini jalannya agak jauh, jalan kakinya gitu tidak langsung, tapi kalau di Singapura kan kita turun lalu sampai,” jelasnya.
Seperti diketahui Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan tarif integrasi Jaklingko sebesar Rp 10.000 Rupiah pada 8 Agustus 2022.
Baca juga: Tarif Integrasi JakLingko Rp 10 ribu Berlaku Hari ini, Prosedurnya Ada yang Berbeda
Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 733 tahun 2022 tentang Besaran Paket Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-dpw-pkb-jakarta-hasbiallah-ilyas_20170223_180619.jpg)