Sabtu, 25 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Selain Para Ajudan, Komnas HAM Dipastikan Periksa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Sejauh ini Komnas HAM sudah memeriksa tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E alias Richard Eliezer.

Istimewa
Ilustrasi - Komnas HAM pastikan akan periksa Istri Ferdy Sambo untuk menanyakan penembakan Brigadir J 

Selain itu Komnas HAM juga akan mendalami digital forensik dan soal siber terkait tewasnya Brigadir J. 

Tangkapan layar rekaman Video Call antara Brigadir J dan kekasihnya Vera Simanjuntak. Brigadir J meminta kekasihnya mencari pria lain karena ia akan pergi dan dibunuh oleh Squad lama.
Tangkapan layar rekaman Video Call antara Brigadir J dan kekasihnya Vera Simanjuntak. Brigadir J meminta kekasihnya mencari pria lain karena ia akan pergi dan dibunuh oleh Squad lama. (Laman FB Kamaruddin Simanjuntak)

Komnas HAM sudah mendalami dua hal itu, tapi belum rampung.

"Berikutnya terakhir agenda kita ke depan jadi setelah serangkaian keterangan berbagai pihak. Dua hari kami mendalaminya, minggu depan kami ada agenda pemeriksaan permintaan keterangan lagi yang pasti soal siber dan digital forensik yang belum selesai," ujarnya.

Terkait penyelidikan siber dan digital forensik, Komnas HAM akan menggunakan hasil cell dump dari Siber Bareskrim dan Digital Forensik Puslabfor Mabes Polri untuk mengecek siapa saja yang berada di lokasi penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Salah satu tindakannya adalah cell dump, menarik jaringan komunikasi itu. Kami juga dikasih bahannya termasuk disediakan print-nya," kata Anam.

Cell dump adalah salah satu teknik menyelidiki keberadaan ponsel dalam satu titik lokasi. Data itu diperoleh dari Base Transceiver Station (BTS).

Anam menyebut ada empat titik lokasi yang diselidiki dengan teknik cell dump.

Ia tidak merinci empat lokasi itu, namun salah satunya di sekitar Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga.

Selain itu data cell dump tersebut masih mentah, sehingga ia harus menyortir dan menganalisis terlebih dahulu.

Anam pun sempat menunjukkan lembaran besar berwarna putih yang berisikan data interaksi digital telepon genggam tersebut.

"Itu (cell dump) bahan raw (mentah) material yang nanti kami analisis, untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu," ucapnya.

Menurut Anam penelusuran itu penting untuk mengetahui kebenaran terkait keberadaan HP setiap orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Cell dump untuk menentukan Hp-nya siapa, di area mana. Ini signifikan sekali untuk saling melengkapi, kamu mengatakan tidak di situ tapi HP-mu di situ kan ketahuan," ujarnya.

Diketahui, Komnas HAM melakukan pemeriksaan CCTV dan HP terkait kasus penembakan Brigadir J hari ini.

Anam menyebut masih ada 20 persen lagi yang belum pihaknya periksa, termasuk HP milik Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved