Napoleon Mengaku Salah Lumuri Wajah M Kece Pakai Kotoran, Siap Terima Hukuman Apa Pun

Napoleon pun mengaku siap menerima segala hukuman yang nantinya diterima dari majelis hakim, atas tindakan yang telah diperbuat.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Abdi Ryanda Shakti
Terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte mengaku salah atas tindakannya menganiaya dan melumuri wajah M Kace menggunakan kotoran. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte mengaku salah atas tindakannya menganiaya dan melumuri wajah M Kace menggunakan kotoran.

“Saudara merasa bersalah enggak atas dua perbuatan itu?” Tanya hakim ketua Djuyamto.

“Bersalah,” jawab Napoleon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

Jenderal bintang dua ini berujar, bagaimanapun juga tindakan melumuri wajah orang lain dengan kotoran manusia juga mengganggu kondisi hingga melukai perasaan, khususnya bagi YouTuber M Kace.

“Sebagai manusia saya menyadari bahwa itu sebenarnya tidak perlu saya lakukan."

"Tetapi saya lakukan juga, saya sudah sebutkan segala alasannya,” ucapnya.

Baca juga: Khawatir Kabur, Polisi Cegah Empat Tersangka Kasus Penyelewengan Donasi ACT ke Luar Negeri

Napoleon pun mengaku siap menerima segala hukuman yang nantinya diterima dari majelis hakim, atas tindakan yang telah diperbuat.

"Keputusan yang mulia seperti apa pun saya terima. Itu adalah konsekuensi. Semua fakta sudah terkumpul," papar Napoleon.

Kendati mengaku bersalah, Napoleon mengatakan perbuatan itu dilakukan untuk membela agama atas ucapan penistaan M Kece, hingga luapan kejengkelannya atas penistaan terhadap Islam.

Baca juga: Denny Indrayana Pastikan Mardani Maming Datang ke KPK Hari Ini

Setelah sidang, Napoleon kembali menjelaskan alasannya mengaku bersalah.

Dia mengaku salah dalam konteks hukum pidana. Sedangkan dalam lingkup agama, dia merasa tindakannya sudah benar dalam rangka membela agama.

"Saya mengartikan akidah saya sebagai suatu hal yang menjadi milik saya dan perlu saya bela ketika dinista, apalagi dihinakan orang lain."

Baca juga: Brigadir Yosua Akhirnya Dimakamkan Secara Kedinasan, Kuasa Hukum: Setidaknya Menghibur Orang Tua

"Itu hak saya sebagai warga negara dan sebagai orang beragama."

"Salah kalau orang bilang saya membela Islam, ngapain saya bela? Itu milik saya."

"Kau nista, sini kau berhadapan dengan saya, dan di sini saya bilang."

Baca juga: Jasad Brigadir Yosua Sudah Diformalin dan Membusuk, Tim Dokter Forensik Kesulitan Saat Autopsi Ulang

"Jangankan cuma ini, kalau ada orang lain yang ngomong begitu di depan wajahku, saya siap kok begini lagi," bebernya.

Sementara, perbuatan yang salah dalam ranah pidana, bergantung pada keputusan hakim.

Kewajibannya, sambung Napoleon, adalah melakukan pembelaan atas perkara yang bergulir di meja persidangan.

"Itu kewenangan hakim untuk memutuskan. Dan saya ini kan masih warga negara yang harus patuh terhadap hukum," tuturnya. (Naufal Lanten)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved