Sampah

Ariza Ajak Warga Jakarta Atasi Sampah Rumah Tangga Secara Bersama, karena tak Sanggup Sendirian

Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengajak warga menhatasi sampah rumah tangga, karena tak bisa diatasi secara sendiri oleh Pemprov DKI.

warta kota/alfian firmansyah
Petugas kebersihan berupaya membersihkan sampah di Kali BKB dengan eskavator. Sampah rumah tangga mendominasi produksi sampah di Jakarta. 

Sementara itu Presiden Direktur P&G, LV Vaidyanathan mengatakan, program tersebut kali pertama diadakan di Bandung, Jawa Barat.

P&G melakukan ekspansi ke Jakarta dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar.

Dalam program itu, pihaknya mengajak 30.000 ribu masyarakat Jakarta untuk turut melestarikan lingkungan.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan (sustainability) sangat penting. Kami mulai program ini tahun lalu di Bandung,” katanya.

Baca juga: Untuk Meriahkan HUT Jakarta ke-495 Tahun, Pemprov DKI Gelar Pementasan Ondel-ondel di 8 Ruang Publik

Dia mengatakan, P&G bersama Octopus akan melibatkan berbagai pihak melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam memilah dan mengelola sampah plastik.

Upaya pentingnya adalah mendorong masyarakat untuk aktif dalam program peduli sampah

“Ibu rumah tangga, ojek online, hingga para penyandang disabilitas akan dilibatkan agar juga mendapat penghasilan tambahan,” ujarnya.

Dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) total sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton.

Baca juga: Gerakan APU PTT Genap 20 Tahun, PPATK dan BNI Tanam 2.000 Pohon

Dari jumlah itu, sebanyak 17 persen, atau sekitar 11,6 juta ton didominasi oleh sampah plastik.

DKI Jakarta menduduki peringkat penyumbang sampah ke-3 dengan berkontribusi sebesar 2,59 juta ton sampah.

DLH Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, Jakarta memproduksi 7.500 ton sampah per hari.

Penyebab utamanya adalah gaya hidup praktis masyarakat yang kerap mengkonsumsi produk berbahan dasar plastik sekali pakai.

Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari para pelaku usaha dan konsumen untuk menanggulangi permasalahan tersebut dimulai dari menekan angka penggunaan plastik.

Kemudian mereka juga dapat mengurangi penggunaan produk sekali pakai, hingga berkontribusi untuk mendaur ulang sampah agar mampu memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved