Kriminalitas

Ditemani Prabowo, Wanita Ini Datangi Polda Metro, Mengaku Korban Kekerasan Seksual WNA China

Korban dugaan kekerasan seksual mendatangi ke Polda Metro Jaya didampingi kuasa hukumnya, Prabowo Febrianto pada Senin (22/4/2022)

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Miftahul Munir
L (30) yang mengaku sebagai korban kekerasan seksual warga negara asing (WNA) China berinisial KEN di Aparteman Taman Anggrek, Tanjung Duren, Jakarta Barat datangi Polda Metro Senin (20/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Wanita berinisial L (30) mendapat kekerasan seksual dari warga negara asing (WNA) China berinisial KEN di Aparteman Taman Anggrek, Tanjung Duren, Jakarta Barat pada (27/7/2020) lalu.

Korban mendatangi ke Polda Metro Jaya didampingi kuasa hukumnya, Prabowo Febrianto pada Senin (22/4/2022) untuk menanyakan perkembangan kasusnya.

Karena wanita 30 tahun tersebut telah melaporkan kejadian ini ke Mapolda pada April 2022 lalu.

Baca juga: WNA Asal Cina Menusuk Temannya di Cengkareng saat Main HP karena Rebutan Wanita Seksi

L mengaku, dirinya melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya karena sudah berjuang meminta bantuan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) tak membuahkan hasil.

"Kejadian ini sebetulnya sudah sangat lama, saya harap masalah saya cepat selesai. Saya cover wajah saya karena berisiko saya merasa malu," ucapnya.

Ia berharap, pengalamannya ini untuk pembelajaran seluruh wanita yang ada di Indonesia supaya tidak jadi korban lelaki hidung belang.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Acara Bungkus Night di Tempat Spa, Rp250 Ribu Bisa Ajak Ngamar Gadis Seksi

Baca juga: Wanita Cantik Alami Pelecehan Seksual saat Naik Kereta Argo Lawu, Berani Merekam dan Viral di Medsos

Ia juga berharap aparat kepolisian bisa segera melakukan penindakan kepada WNA tersebut supaya ada efek jera.

"Saya juga mau infokan ke publik saya sempat terima pesan teks dari terlapor tapi diwakili kuasa hukumnya saya diminta sejumlah dana untuk menghentikan kasusnya," tuturnya.

Ketika itu, ia melaporkan kejadian ini ke tingkat Polres dan justru ia disarankan penyidik mencabut laporan kalau tidak akan dilaporkan balik oleh WNA tersebut dengan dugaan pemerasan.

Padahal ia sudah menyerahkan sejumlah bukti ke penyidik, tapi dinilai kurang bukti dan diminta mencabut laporan dengan imbalan sejumlah uang.

Baca juga: Terpukau Janji Diberi Pajero hingga Sawah, Gadis Lulus SMP Usir Ayahnya saat Dinikahi Kadus 50 Tahun

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved