Napoleon Duga Dirinya Sengaja Dipindahkan ke Rutan Bareskrim Agar Bertemu M Kece
Ia bahkan menuding ada kesengajaan di balik perpindahan itu, yakni agar dipertemukan dengan terdakwa kasus penistaan agama M Kece.
Mendengar kronologi itu, majelis hakim PN Jakarta Selatan Djuyamto langsung meminta M Kece mempraktikkannya di muka persidangan.
Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 18 Mei 2022: 17 Pasien Meninggal, 364 Sembuh, 327 Orang Positif
Dari situ, M Kece langsung mempraktikkan kondisi detik-detik pemukulan yang dilakukan oleh mantan Kadiv Hubinter Polri itu.
M Kece lantas berdiri dari bangku saksi dan didampingi oleh jaksa penuntut umum (JPU) untuk membantu kronologi.
"Pertama ditampar begini (tangan terbuka, ke arah pipi kiri), kemudian ditonjok begini (ke arah pelipis kiri), terus yang lain ngerubutin saya," ungkap M Kece.
Baca juga: Epidemiolog UI Tetap Anjurkan Masyarakat Pakai Masker di Dalam Maupun Luar Ruangan
Setelah pemukulan itu terjadi, tak lama berselang ada beberapa tahanan lain yang ikut memukul.
Saat pemukulan berlangsung, kata M Kece, Irjen Napoleon meminta berhenti melakukan pemukulan, dan minta tahanan lain keluar.
Namun, Napoleon meminta pesanan ke salah satu terdakwa lain.
Baca juga: Virus Hendra Ditularkan dari Hewan, Kasus Penularan Antar Manusia Belum Ditemukan
Ternyata pesanan yang dibawakan tersebut berisi feses alias tinja manusia yang dibungkus kantong plastik.
"Setelah itu terdakwa menyetop 'setop, setop, sini mana pesanan saya'," kata Napoleon, disampaikan M Kece.
Setelah itu, Napoleon meminta M Kece menutup mata dan membuka mulut.
Baca juga: Ancaman Hepatitis Akut Baru Dimulai, Kini Muncul Teror Virus Hendra
Tak lama berselang, Napoleon mengambil isi kantong plastik tersebut dan melumurinya ke wajah M Kece.
"Jadi 'tutup mata saudara', saya tutup begini (menunjukkan tangan menutup mata), cuma agak dibolongin sedikit biar melihat apa yang akan dia lakukan."
"Nah, setelah saya melihat, saya suruh buka mulut kemudian."
Baca juga: Menteri Agama Tegaskan Dana Haji Tak Dipakai untuk Bangun IKN, Pemerintah Justru Menyubsidi
"Jadi kemudian mengambil sebuah benda, saya tidak tahu, langsung dimasukin ke mulut, masuk semua."
"Saya pikir lumpur gitu ya, tapi ternyata bau, ternyata itu feses atau kotoran manusia," tutur M Kace menceritakan detik-detik dilumuri tinja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Napoleon-Bonaparte-di-PN-Jakarta-Selatan.jpg)