Rabu, 15 April 2026

Ancaman Hepatitis Akut Baru Dimulai, Kini Muncul Teror Virus Hendra

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Virus Hendra adalah penyakit endemi yang berasal dari jenis kelelawar pemakan buah-buahan.

Tribunnews.com
Setelah Hepatitis akut, kemunculan Virus Hendra (HeV) kini menyita perhatian publik. Virus Hendra adalah penyakit endemi yang berasal dari jenis kelelawar pemakan buah-buahan. Kelelawar ini mencemari makanan yang dikonsumsi kuda, sehingga dapat menginfeksi kuda dan bersifat mematikan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Setelah Hepatitis akut, kemunculan Virus Hendra (HeV) kini menyita perhatian publik.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Virus Hendra adalah penyakit endemi yang berasal dari jenis kelelawar pemakan buah-buahan.

"Dan di Australia khususnya menjadi satu temuan yang sudah lama ya, 1990-an."

Baca juga: Longgarkan Kebijakan Bermasker, Jokowi: Di Ruangan Tertutup dan Transportasi Publik Tetap Pakai

"Kenapa manusia bisa terpapar Hendra ini? Karena kelelawar buah sering menginfeksi kuda," ungkapnya kepada Tribunnews, Selasa (17/5/2022).

Kelelawar ini mencemari makanan yang dikonsumsi kuda, sehingga dapat menginfeksi kuda dan bersifat mematikan.

Menurut Dicky, 80 persen kuda yang terinfeksi biasanya mengalami kematian.

Baca juga: Boleh Buka Masker di Luar Ruangan dan Tak Wajib Tes PCR, Menkes: Langkah Awal Transisi Menuju Endemi

Dan manusia dalam kaitan ini bisa terinfeksi karena terpapar kotoran atau jaringan kuda yang terinfeksi HeV.

Pada manusia, risiko kematian saat terpapar Virus Hendra sebesar 70 persen. Dengan kata lain, tujuh dari 10 orang yang terkena virus ini dapat meninggal.

Maka, Virus Hendra merupakan suatu penyakit bersumber dari binatang dan bersifat mematikan.

Baca juga: Jaksa Agung Larang Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan Saat Disidang, Ini Alasannya

Gejala pada manusia biasanya berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan dan hampir sama dengan penyakit flu.

"Lalu disertai dengan meningitis atau peradangan pada otak."

"Bila berkembang menyebabkan nyeri kepala hebat, demam tinggi dan mulai dari kejang sampai koma. Itulah yang membuat virus Hendra bersifat fatal," jelas Dicky.

Sebetulnya, kasus HeV pada manusia relatif sangat jarang. Namun yang harus diingat adalah menjaga kebersihan diri, terutama bagi mereka yang berada di peternakan kuda. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved