Tarif Integrasi Transportasi
DPRD DKI Nilai Tarif Integrasi Minim Promosi dan Miskin Sosialisasi
Harapannya, kebijakan ini dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Legislator DKI Jakarta menilai rencana tarif integrasi Jaklingko sebesar Rp10.000 masih minim promosi dan miskin sosialisasi.
Pengawas pemerintah daerah itu mengimbau, agar tarif R10.000 untuk Transjakarta, LRT Jakarta dan MRT Jakarta diinformasikan secara masif kepada masyarakat.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengatakan, promosi dan sosialisasi dibutuhkan sebagai gebrakan dimulainya program integrasi moda transportasi di Jaakrta.
Harapannya, kebijakan ini dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
“Kami sebenarnya ingin uji coba bahwa transportasi ini sudah layak. Kita ingin kenali masyarakat seluas-luasnya, kemudian dalam rapat ini, DKI itu benar benar serius promosikan moda transportasi umumnya,” kata Lukmanul berdasarkan keterangannya pada Rabu (15/6/2022).
Politisi PAN ini mengganggap, Jakarta sudah mampu membuktikan kepada dunia karena telah memiliki jaringan transportasi yang lengkap.
Baca juga: Politisi PKS Jeli, Temukan Pungutan Rp 250 per Penumpang dari Tarif Integrasi Jaklingko
Baik jaringan transportasi jalan, maupun jaringan transportasi berbasis rel.
“Harapannya agar Jakarta bebas macet, transportasi umum Jakarta bisa lebih mendunia,” imbuhnya.
Baca juga: Tarif Integrasi MRT, LRT dan Transjakarta Ditetapkan Rp 10 Ribu, Tinggal Tunggu Persetujuan DPRD DKI
Pada kesempatan yang sama anggota Komisi C Wibi Andrino mendukung tujuan promosi tarif ini karena untuk mendorong masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke tranportasi umum.
Hal tersebut diharapkan agar DKI Jakarta bebas dari masalah kemacetan.
Baca juga: Syafrin Lupito Sebut DPRD Setuju Tarif Integrasi Tiga Moda Transportasi Diusulkan Hanya Rp 10.000
“Jadi kami dari Pemprov DKI Jakarta, mengusungkan narasi Jakarta bebas macet, sebagaimana kemarin Pak Gubernur melaksanakan Formula E dengan narasi besar Jakarta bebas dari polusi, Jakarta langit biru. Nah sekarang narasi kami Jakarta bebas macet, jadi nanti Sabtu-Minggu seluruh moda transportasi milik DKI Jakarta free (gratis) digunakan,” kata Wibi dari Fraksi NasDem ini.
Sementara itu Direktur Utama PT Jaklingko Indonesia Muhammad Kamaludin, menjelaskan pihaknya telah mengkaji untuk memberikan kompensasi dalam bentuk penggratisan tarif terhadap 15 kelompok masyarakat.
Baca juga: JakLingko Indonesia dan WIR Group Siap Hadirkan Layanan Transportasi Publik di Platform Metaverse
Mereka adalah PNS dan pensiunan PNS DKI Jakarta, tenaga kontrak yang bekerja di DKI Jakarta, penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), karyawan swasta tertentu, penghuni rumah susun, warga ber-KTP Kepulauan Seribu,dan penerima raskin.
“Dengan adanya tarif terintegrasi akan dimasukan juga ke moda transportasi lainnya MRT dan LRT, sehingga hal ini akan memperluas layanan yang mereka terima secara gratis ataupun mendapatkan insentifnya,” katanya. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anggota-dprd-dki-jakarta-fraksi-pan-lukmanul-hakim.jpg)