Tarif Integrasi Jaklingko

Politisi PKS Jeli, Temukan Pungutan Rp 250 per Penumpang dari Tarif Integrasi Jaklingko

Politisi PKS Khoirudin jeli melihat tatif integrasi Jaklingko. Ternyata dari biaya Rp 10.000, sebesar Rp 250 untuk penyedia aplikasi.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Politisi PKS Khoirudin menemukan pungutan sebesar Rp 250 darti tarif integrasi Jaklingko. Jika dikumpulkan da uang banyak untuk penyedia aplikasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pimpinan DPRD DKI Jakarta mengingatkan adanya potensi kecurangan dalam paket tarif integrasi Jaklingko sebesar Rp 10.000 per orang untuk tiga angkutan, yakni Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

Potensi itu muncul saat pimpinan dewan mengetahui adanya biaya jasa atau tapping fee sebesar Rp 250 per penumpang yang harus dibayar PT Jaklingko Indonesia kepada penyedia aplikasi.

“Setiap tapping ada fee (biaya) Rp 250 kepada penyedia jasa dan aplikasi, dan setiap tapping ter-record (terekam) di perbankan,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Khoirudin, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Buruh tak Suka Ada Kawat Berduri di Depan Gedung DPR/MPR, Baku Hantam dengan Polisi

Hal itu dikatakan Khoirudin saat rapat kerja antara Komisi C DPRD DKI Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama PT Jaklingko Indonesia Muhammad Kamaludin dan sebagainya.

Khoirudin yang juga menjadi Koordinator Komisi C itu lantas mempertanyakan sistem pengawasan dan penghitungan jumlah orang yang menggunakan paket tarif integrasi.

Kata dia, bisa saja ada pihak yang berbuat curang dengan memasukkan data fiktif atau tidak sesuai dengan yang di lapangan.

“Bagaimana cara kontrolnya nanti perlu didalami karena ini sangat mudah lakukan kongkalingkong,” ujarnya.

“Potensi kecurangan antara data yang ter-record dengan fakta lapangannya dengan laporan yang dibuat,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, informasi biaya Rp 250 per penumpang itu didapat dari laporan yang ada di lapangan.

Dia berharap, koleganya di Komisi C bisa terjun ke lapangan untuk melihat lebih detil, sekaligus mencatat potensi krugian yang didapat dari penyedia jasa aplikasi ini.

“Tiap tapping bernilai Rp 250 diberikan kepada penyedia jasa dan itu kontraknya lima tahun, padahal satu tahun saja sudah BEP (break event point). Saya kira ini perlu didalami lagi di lapangan, ini info yang saya dapat di lapangan,” ucapnya.

Baca juga: Witan Sulaeman Bersyukur Timnas Indonesia Lolos Piala Asia 2023, Semua Berkat Shin Tae-yong

Sementara itu Direktur Utama PT Jaklingko Indonesia Muhammad Kamaludin mengatakan, biaya transaksi Rp 250 per penumpang berdasarkan proses slelang yang ada. Dalam proses ini diikuti oleh 19 peserta.

“Di 19 peserta ini yang paling murah memang transaksi fee-nya di Rp 250. Saya koreksi Rp 250 hanya untuk tiga tahun pertama, sehingg tahun keempat turun menjadi Rp 200 di kontraknya,” kata Kamaludin.

Menurut dia, biaya tersebut juga bisa dinegosiasikan ulang. Ketika nanti jumlah penumpangnya meningkat, Jaklingko berhak melakukan negosiasi ulang kepada penyedia aplikasi.

“Namun di tahun pertama memang saya konfirmasi biayanya Rp 250 dan ini sudah diverifikasi bersama dengan konsultan, kami ketika melakukan pendampingan lelang dan semua prosesnya sudah sesuai dengan lelang yang kompetitif,” jelasnya.

Kamaludin berjanji akan kembali melakukan rekonsiliasi dengan perbankan, sekaligus menghitung total biaya yang diperlukan ke pihak bank selaku penerbit kartu integrasi Jaklingko. Nantinya masing-masing bank akan melakukan transfer kepada BUMD transportasi.

“Untuk mekaniesme kontrolnya itu merupakan tanggung jawab kami untuk semua kerahasiaan datanya dan juga untuk semua mobilitasnya. Bank tidak memiliki data yang lengkap untuk mobilitas, karena semua mobilitas databasenya ada di Jaklingko Indonesia,” katanya.

“Jadi kami lakukan rekonsiliasi nanti akan kami berikan instruksi ke masing-masing bank untuk mentrasnfer sesuai dengan total pembayaran bank per kartu atau per aplikasi,” lanjutnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved