Debt Collector Gadungan
Kompol Ardhie Minta Pengendara Motor Waspada saat Sendirian, Sebab Debt Collector Gadungan Mengintai
Pengendara motor harus waspada, jangan mudah percaya pada ulah debt collector gadungan. Karena mereka ini perampok yang menyamar.
Sempat berdebat dengan saudara korban melalui telepon genggam, akhirnya tiga orang tersangka berhasil mendapatkan STNK dan motor korban.
Kompol Ardhie mengatakan, korban diberi uang Rp 100.000 untuk ongkos pulang menggunakan angkutan umum.
"Saat itu memang ada anggota kami yang menggunakan pakaian preman di sekitar lokasi. Tidak perlu waktu lama, dua orang pelaku berhasil diamankan, dan satu lagi belum berhasil ditangkap, namun sudah masuk dalam DPO," tutur Ardhie.
Baca juga: Ganjil Genap Jakarta, Jumat 3 Juni 2022 Berlaku Pelat Genap Boleh Masuk di 13 Jalan Ini
Menurut Ardhie, para tersangka sudah sering melakukan aksi perampasan motor dengan modus serupa.
"Pelaku DMD mengaku sudah melakukan aksi ini sebanyak empat kali. Empat motor hasil rampasan itu kemudian dijual ke penadah," ujarnya.
Sedangkan RN mengaku, telah beraksi sebanyak delapan kali dan hasilnya dijual kepada penadah juga.
"RN mengaku sudah delapan kali beraksi di jalan. Enam motor sudah dijual ke penadah,” ucapnya.
“Sedangkan satu motor lainnya dikembalikan ke pihak leasing. Perihal dikembalikan ke leasing, ini baru berdasarkan pengakuan pelaku, kami belum cek ke perusahaannya," lanjut Kompol Ardhie.

Selain sudah sering beraksi, Kompol Ardhie menginformasikan, RN merupakan residivis yang belum lama ini keluar dari penjara.
Menurutnya, kasus RN sebelumnya adalah penyalahgunaan narkoba.
Pihaknya menginformasikan, tidak menutup kemungkinan para tersangka memiliki sindikat atau kelompok-kelompok dengan modus yang serupa.
"Kami masih terus mendalami kasus ini, dan memburu seorang yang hingga saat ini belum tertangkap," ujarnya.
"Kedua tersangka mengaku menjual hasil motor rampasannya dengan harga Rp 2.5 hingga Rp 3 juta," tandasnya.