Pengeroyokan

Pelajar SMK Kampung Jawa Dikeroyok 10 Orang Tidak Dikenal, Alami Luka Robek di Kepala

Menurut Bernard keluarga korban sudah melaporkan peristiwa tersebut  ke Polsek Cempaka Putih.

Istimewa
Tangkapan layar rekaman kamera CCTV di salah satu ruko terlihat pelajar SMK dihadang oleh 10 pelajar tidak dikenal, Selasa (31/05/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Muhamad Kahfi (17), pelajar SMK Kampung Jawa menjadi dikeroyok oleh sekelompok orang tidak dikenal, Selasa (31/05/2022) siang.

Pengeroyokan terjadi di Jalan Mardani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kapolsek Cempaka Putih Komisari Polisi Bernard Bachtera Saragih menjelaskan awalnya korban hendak mengantar kawannnya pulang dengan sepeda motor.

Namun di Jalan Mardani, Cempaka Putih mereka dihadang 10 pelajar lain yang tidak mereka kenal.

"Korban siang itu sekitar pukul 14.00 WIB, membawa motor membonceng dua temannya. Tiba di Jalan Mardani, Cempaka Putih, dikejar oleh 10 pelajar tidak kenal. Korban langsung di hadang dan jatuh, dua temannya berhasil kabur dan korban dihajar dengan penggaris besi hingga mengalami luka robek di kepala," tutur Bernard, Rabu (1/05/2022)

Menurut Bernard keluarga korban sudah melaporkan peristiwa tersebut  ke Polsek Cempaka Putih.

Baca juga: Putra Siregar Masih Ditahan Polisi Terkait Kasus Dugaan Pengeroyokan, Didatangi Istri Saat Lebaran

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Ade Armando Ada Kemajuan, Polisi Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari

"Sementara kondisi korban saat ini sudah mulai membaik. Kami masih dalami kasus ini,” kata Bernard.

Bernard memastikan pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku penganiayaan.

Baca juga: Pemain Sinetron Ikatan Cinta Ini Kaget Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Mantan Istri

Baca juga: Presma Trisakti Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oleh Oknum Pengelola Parkir, Begini Kronologinya

"Identitas sudah kita pegang, tinggal kita tangkap. Jika terbukti melakukan penganiayaan, akan kami jerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman hingga diatas 5 tahun penjara," ucap Bernard. (M32)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved