Pengeroyokan Ade Armando

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Ada Kemajuan, Polisi Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari

Penyidik Polda Metro Jaya tak mau lama-lama memegang kasus pengeroyokan Ade Armando, kini barang bukti dan tersangka diseahkan ke Kejari Jakpus.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Ist
Ade Armando saat diselamatkan polisi dari amukan massa pada 8 April 2022, ketika demi di depan Grdung DPR/MPR. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus pengeroyokan terhadap dosen komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando sudah tahap 2 atau pelimpahan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada (25/5/2022).

Pelimpahan tahap dua ini dilakukan setelah berkas perkara kasus tersebut dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Umat Katolik tak Lagi Khawatir Rayakan Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Katedral

Kepala Seksi Intelijen Bani Immanuel Ginting membenarkan pelimpahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Ada enam tersangka yang dilimpahkan ke kami," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan Kamis (26/5/2022).

Enam tersangka yang diterima Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat bernama Komar Bin Rajum, Al Fikri Hidayatullah, Marcos Iswan, Abdul Latip, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja.

Baca juga: Fadil Imran Tegur Yeremia atas Candaan tak Senonoh pada Volunteer SEA Games

Para tersangka ini melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando di depan Gedung DPR RI ketika hadir dalam demo buruh dan mahasiswa pada 8 April 2022.

"Tersangka menjalani tahanan selama 20 hari di rutan Mapolda Metro Jaya terhitung sejak kemarin sampai 13 Juni mendatang," jelasnya.

Dengan pelimpahan ini, maka kasus pengeroyokan penggiat sosial media tersebut siap untuk disidangkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Suami Kepergok Joget dengan Biduan Dangdut, Si Istri Langsung Lakukan Hal yang Bikin Ketawa

Keenam pelaku dikenakan Pasal 170 Ayat 2 KUHP Subsidiair Pasal 170 Ayat 1 KUHP ancaman maksimal penjara selama tujuh tahun. 

"JPU sedang mempersiapkan surat dakwaan dengan permintaan untuk diperiksa dan diadili dalam persidangan," ucapnya.

Sebagai informasi, Ade Armando hadir dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI beberapa waktu lalu untuk mengambil kegiatan.

Baca juga: Santri Dukung Ganjar Salurkan Bantuan Modal dan Borong Dagangan UMKM di Mempawah

Unjuk rasa ini sebenarnya berjalan damai, namun ada penyusup yang melakukan provokasi kepada massa aksi agar terus menyuarakan aspiranya.

Ketika mobil komando massa mundur, kelompok anarko memprovokasi agar melempari mobil komando.

Disaat bersamaan, massa melakukan penganiayaan kepada Ade Armando secara membabi buta selama 10 menit lebih.

Abdul Latip terduga pengeroyok Ade Armando di depan gedung DPR RI.
Abdul Latip terduga pengeroyok Ade Armando di depan gedung DPR RI. (tangkapan layar)

Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) ini akhirnya diselamatkan oleh aparat kepolisian ke dalam gedung DPR RI dengan kondisi babak belut dan celana melorot.

Ade menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam dan dinyatakan ada luka cukup parah di bagian kepalanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved