Hari Lahir Pancasila
Parah, Saat Hari Lahir Pancasila, Pelajar di Kemayoran Malah Mengisinya dengan Tawuran Samurai
Bikin prihatin, pelajar di Kemayoran memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tawiran. Ini sungguh tak beradab, tak sesuai dengan falsafah Pancasila.
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM< JAKARTA - Tim Presisi Polres Metro Jakarta Pusat menangkap sebanyak sembilan pelajar yang hendak melakukan aksi tawuran di Jalan Timah Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/ 2022) dini hari.
Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Pusat, Rustian Effendi mengungkapkan, saat tim presisi tengah patroli malam, petugas curiga dengan gerombolan pelajar ini, akhirnya langsung diberhentikan.
"Malam itu kami sedang patroli, lalu melihat gerombolan pelajar, kita curiga langsung hentikan mereka, ternyata benar setelah diperiksa terdapat senjata tajam," ucap Rustian.
Baca juga: Bandingkan Cara KPK Buru Harun Masiku dan Nazaruddin, Boyamin Saiman: Kemampuan Dipacu Kemauan
Rustian menjelaskan, sembilan pelajar ini memang berniat melakukan aksi tawuran di Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.
Pelajar tersebut ternyata warga Johar Baru yang kelahiran 2005.
Petugas berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam yaitu satu samurai, satu pisau, delapan handphone, tiga sepeda motor sudah diamankan.
Sementara itu, Museum Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, ramai dikunjungi warga untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.
Baca juga: 20.000 Batang Ganja di Ladang Seluas 5 Hektar di Gayo Lues Dibabat Habis BNN
Warga banyak yang membawa anak-anak ke museum tersebut untuk mempelajari sejarah pemberontakan PKI dan terbunuhnya Dewan Jenderal TNI.
Dari pantauan lokasi, warga parkir kendaraan dan berjalan menuju rumah yang dijadikan tempat pembantaian Dewan Jenderal.
Sebelum ke parkiran, mereka harus membeli tiket masuk terlebih dahulu di pintu masuk sekira Rp 9.000.
Mereka berjalan dan harus menaiki anak tangga supaya bisa menuju pintu masuk museum sumur maut.
Di dalam sudah ada warga dan sejumlah anak-anak sedang melihat sumur maut, tempat enam Jenderal dan satu perwira menengah dikubur.
Di sisi kirinya, ada sebuah rumah yang sudah dibentengi oleh kaca hitam dan besi penyanggah.
Beberapa jendela kaca itu terbuka dan di dalamnya sudah ada patung dengan pakaian tentara PKI sedang membantai Dewan Jenderal dan Kapten Tendean.
Baca juga: Setelah Viral di Medsos, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Sibuk Bersihkan Sampah di Kali Mati
Di belakang rumah itu, ada sebuah pos komando tempat para pemimpin PKI beristirahat usai menculik para Jenderal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181021-ilustrasi-tawuran-pelajar_20181021_110158.jpg)