Sampah

Setelah Viral di Medsos, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Sibuk Bersihkan Sampah di Kali Mati

Seperti biasa, jika sudah ramai diperbincangkan publik dan disindir keras, pemerintah baru bereaksi mengatasi berbagai persoalan.

Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan berjibaku membersihkan sampah di Kali Mati, Jalan Bawang Merah, Kompleks Kompas RT 3 RW 08, Kelurahan Ciputat, Rabu (1/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Postingan warga di sosial media soal tumpukan sampah di Kali Mati atau Kali Kompas, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, tiga hari lalu langsung ditindaklanjuti oleh Pemkot Kota Tangsel melalui dinas lingkungan hidup.

Sebanyak 20 tim gempur dengan empat pengawas DLH (dinas lingkungan hidup) Kota Tangsel (tangerang selatan) terjun langsung ke lapangan.

Baca juga: Aktualisasikan Pancasila, Ganjar Pranowo Akan Buat Bulan Pancasila dan Bulan Bung Karno di Jateng

Bambang, selaku pengawas menjelaskan alasan mengapa timnya baru hari ini mengeksekusi sampah tersebut.

"Ini kendalanya curam. Jadi mungkin ada yang bertanya, "mengapa tidak langsung diambil?", jadi wilayahnya curam dan sampahnya tidak terjangkau," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kali Mati Jalan Bawang Merah, Kompleks Kompas RT 3 RW 08, Kelurahan Ciputat, Rabu (1/6/2022).

Pihaknya juga mendapat penyebab tumpukan sampah karena ada tebing longsor beserta pohon yang membuat sampah menyangkut.

Baca juga: Luar Biasa, Turut Bersimpati Warga Swiss Gotong Royong Bantu Pencarian Eril

Sampah sendiri disebut terbawa dari aliran air Setu Sasak Tinggi.

"Jadi sampahnya mengalir kesini karena aliran airnya sambungnya memang kesini," katanya.

Lanjut Bambang, pihaknya bekerja dengan peralatan seadanya.

Baca juga: Miris, Ada Anak Membuang Orangtuanya, Mensos Risma: Yang Gagah Perkasa Saat Ini Akan Jadi Lansia

Mengingat medan cukup curam, Bambang menyebut pihaknya kesulitan mengangkat sampah ke atas, sehingga mengalirkan pecahan sampah terlebih dulu ke aliran kali di bawahnya (Kali Bunut).

"Setelah sampai ke dataran yang lebih rendah, baru sampah itu kami angkat," katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya telah mengajukan pembuatan jaring sampah atau pagar besi, sehingga sampah bisa menyangkut di tempat yang mudah dijangkau.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved