Virus Corona
Dampak Mudik dan Balik Lebaran Terhadap Kenaikan Kasus Covid-19 Harus Tunggu Hingga Juni 2022
Menurutnya, ada siklus empat bulanan yang senantiasa menyertai Covid-19.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dampak mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran terhadap kenaikan kasus Covid-19, harus menunggu hingga Juni 2022.
Hal ini disampaikan Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman. Menurutnya, ada siklus empat bulanan yang senantiasa menyertai Covid-19.
"Kalau ini bisa kita tekan dan siklus empat bulan ini tidak terjadi sebesar sebelumnya, berarti dampak dari vaksinasi, perubahan perilaku, penerapan prokes, itu akan terbukti bermakna atau bermanfaat," ungkapnya pada Tribunnews, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: PAN Sodorkan Zulkifli Hasan Sebagai Capres Atau Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu
Oleh karena itu, menurut Dicky, masyarakat mesti lebih bersabar di Bulan Juni, untuk melihat hasilnya, dan tidak perlu juga menunggu-tunggu kapan endemi.
Karena, hal itu akan berjalan secara natural terkait pengendaliannya, dan hal ini tidak hanya bergantung pada satu negara, namun dalam konteks global.
Apalagi, Indonesia merupakan presidensi G20, sehingga menurutnya perlu memberikan pengaruh supaya dunia tidak euforia dan memperburuk situasinya.
Baca juga: KPK Ajak Siapapun Termasuk ICW Cari Harun Masiku, tapi Pakai Biaya Sendiri
"Disebut level terkendali masih jauh, walaupun mungkin di beberapa kota dan daerah sudah masuk kategori itu."
"Selama status global masih pandemi, maka masih sangat rawan dan dinamis," paparnya
Oleh karena itu, konsistensi pencegahan baik berupa prokes, deteksi dini, vaksinasi, dan perubahan perilaku lebih bersih, menjadi penting dilakukan. (Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19.jpg)