Pilpres 2024

PAN Sodorkan Zulkifli Hasan Sebagai Capres Atau Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu

Meski begitu, Viva mengatakan, usulan partainya itu akan dibawa dalam rapat KIB secara bulat, kolektif kolegial, tanpa voting.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Airlangga dan Zulkifli Hasan berpeluang diduetkan sebagai pasangan capres-cawapres di Koalisi Indonesia Bersatu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Partai Golkar mengajukan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) menyodorkan Ketua Umum Zulkifli Hasan sebagai sosok yang didorong maju menjadi calon wakil presiden.

Airlangga dan Zulkifli Hasan berpeluang diduetkan sebagai pasangan capres-cawapres di Koalisi Indonesia Bersatu.

Baca juga: Larangan Ekspor Minyak Goreng Dicabut, PKS: Terkesan Berani Hadapi Mafia, Ujung-ujungnya Mengkerut

Juru bicara PAN Viva Yoga menyebut, sosok Zulkifli Hasan yang syarat pengalaman dinilai cakap untuk dimajukan.

"Kader PAN yang diajukan adalah ketua umum PAN, Bang Zulkifli Hasan."

"Dari sisi pengalaman di pemerintahan, visi dan pemikiran, serta kemampuan memimpin telah teruji sejarah," kata Viva Yoga kepada wartawan, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 20 Mei 2022: 3 Pasien Meninggal, 298 Sembuh, 250 Orang Positif

Meski begitu, Viva mengatakan, usulan partainya itu akan dibawa dalam rapat KIB secara bulat, kolektif kolegial, tanpa voting.

Ia juga menyebut, soal siapa figur yang akan diusung, bukan hal yang krusial. Sebab, kata Viva, KIB akan menaruh konsen pada visi Indonesia ke depan, di mana sosok itu bisa mendukung program pemerintahan Presiden Jokowi.

Viva juga mengatakan, semua bakal calon yang sudah terpublikasi akan dimonitoring dan dinilai oleh Koalisi besutan Golkar-PAN-PPP itu.

Baca juga: Diduga Sekongkol Atur Harga Ekspor Minyak Goreng, Boyamin Saiman Laporkan 9 Perusahaan ke KPPU

Tak hanya itu, KIB akan memilih paslon yang mementingkan bangsa dan negara.

"Pada waktunya nanti KIB akan memutuskan paslon terbaik buat kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," paparnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved