Penyakit Mulut dan Kuku

Pemkab Tangerang Membentuk Tim Satgas untuk Menyegah Terjadinya Penularan PMK pada Hewan Ternak

Pemkab Tangerang membentuk Tim Satuan Tugas mengantisipasi wabah penyebaran penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Sigit Nugroho
Dok: Diskominfo Pemkab Tangerang
Rapat pembentukan Satgas PMK di DPKP Pemkab Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membentuk Tim Satuan Tugas mengantisipasi wabah penyebaran penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak. 

Langkah tersebut dilakukan untuk pencegahan secara dini sehingga diperlukan Satgas di internal DPKP (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) Pemkab Tangerang kendati belum ditemukannya kasus penyakit kuku dan mulut. 

"Ketika indikasi penyakit kuku dan mulut (PMK) ini masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang, maka langkah pertama kAMI lakukan surveilans atau investigasi ke lapangan oleh Satgas pengendalian penyakit hewan," kata Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika secara tertulis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (14/5/2022).

Asep berujar bahwa pembentukan Satgas  tersebut merupakan realisasi dari Surat Edaran Kementerian Pertanian dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. 

Baca juga: Harga Kentang dan Bawang Merah Masih Tinggi di Pasar Klender Mencapai Rp 50.000 Per Kg

Baca juga: Pemkab Karawang Waswas Penderita Hepatitis Akut Bisa Meninggal dalam Tiga Hari, Ini Gejalanya

Baca juga: Sebanyak 90 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Belum Melakukan Perekaman e-KTP

Nantinya, Satgas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku bakal melakukan lintas sektor OPD dan melibatkan jajaran Polri-TNI.

Menurut Asep, tugas dan fungsi tim Satgas ini nantinya akan melakukan pendataan populasi hewan, pengawasan dan pengecekan secara rutin dan bila diperlukan dilalukan uji sampling di laboratorium. 

Jika ditemukan hewan bergejala PMK maka dilakukan penghentian dan pemulangan pendistribusian hewan ternak. 

"Tim Satgas ini terdiri dari dokter hewan/Medik Verteriner, Paramedik Verteriner, Petugas Mutu Pangan,dan penyuluh Dinas Pertanian. Untuk  Satgas lintas sektor akan melibatkan OPD terkait seperti Polisi, TNI serta Dishub," ujar Asep.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Adipati Dolken dan Della Dartyan: Mudah Cemistry dan Umbar Perselingkuhan di Film Kambodja

Asep menjelaskan PMK ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh Foot and Mouth Disease Virus (FMDV). 

Menurut Asep, penyakit ini sifatnya menular akut pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, domba, kambing dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90 sampai 100 persen. 

"Memang PMK ini tidak menular ke manusia tapi sifatnya hewan ke hewan, yang nantinya terjadi kematian pada hewan itu," jelas Asep.

Asep mengungkapkan, sejauh ini di wilayah Kabupaten Tangerang belum ditemukan adanya indikasi penyebaran PMK pada sejumlah hewan ternak setempat. 

"Sejauh ini belum ada, masih aman dan kami telah melakukan sosialisasi PMK kepada para perwakilan peternak yang ada di Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022. Untuk itu saya mengimbau kepada para peternak untuk tetap waspada dan melapor jika ada gejala-gejala penyakit pada hewan," papar Asep. 

Kendati demikian, pihaknya berharap kepada masyarakat dan pedagang hewan ternak untuk ikut waspada serta mengetahui gejala-gejala terjadi PMK hewan seperti pembentukan melepuh pada mulut hewan, bisul dan koreng yang mengeluarkan lendir dan berbusa, lidah luka seperti melepuh, demam. 

Tak lupa bagi para peternak harus tetap menjaga kebersihan kandang dan desinfeksi karena hal itu perlu dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran penyakit kulit dan kuku pada hewan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved