Mudik Lebaran

Minta Pemudik Divaksin Booster Sebelum Berangkat, Menko PMK: Jangan Bawa Oleh-oleh Covid-19

Muhadjir meminta masyarakat berinisiatif mendatangi gerai vaksin di masjid-masjid, atau gerai vaksin yang digelar Polri dan TNI.

Editor: Yaspen Martinus
Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat menyiapkan diri dengan baik, sebelum mudik Lebaran. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat menyiapkan diri dengan baik, sebelum mudik Lebaran.

Hal itu disampaikan Muhadjir usai rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2022, di Kantor Pusat Jasa Marga Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2022).

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, siapkan mudik dengan sebaik-baiknya."

Baca juga: Imbau Pemudik Berangkat Lebih Awal, Menhub Harap VC Ratio Tak di Atas 0,8

"Termasuk dalam berperilaku bermudik, baik ketika di perjalanan maupun di tempat tujuan," tutur Muhadjir, dikutip dari laman kemenkopmk.go.id.

Muhadjir juga meminta masyarakat yang akan mudik, segera melengkapi dosis vaksinasi Covid-19 dan booster, agar tidak membawa oleh-oleh yang tidak diinginkan.

"Jangan membawa oleh-oleh tidak perlu, yaitu virus Covid-19."

Baca juga: Bekasi-Kalikangkung Diprediksi Jadi Jalur Terpadat Saat Arus Mudik Lebaran 2022

"Jangan datang membawa Covid, dan jangan pulang membawa oleh-oleh Covid."

"Karena itu patuhilah untuk disiplin, booster untuk yang belum berangkat," imbaunya.

Muhadjir meminta masyarakat yang belum melengkapi vaksina, berinisiatif mendatangi gerai vaksin di masjid-masjid, atau gerai vaksin yang digelar Polri dan TNI.

Baca juga: Pekan Depan Kuasa Hukum Berniat Ajukan Banding Atas Vonis Tiga Tahun Munarman

"Dan itulah yang menjamin supaya mudik kita aman dan selamat."

"Dengan mudik selamat, maka mudiknya akan gembira," ucapnya.

Muhadjir uga berpesan agar masyarakat mudik lebih awal dari tanggal libur yang diprediksi sebagai puncak arus mudik, yakni 28-29 April.

Baca juga: Seleksi Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab Kembali Dibuka, Syaratnya Ada 11, Termasuk Bersuara Merdu

Menurutnya, hal itu sesuai imbauan Presiden Jokowi untuk mudik lebih awal, agar bisa menghindari kemacetan parah.

"Manfaatkan rentangan mudik yang diputuskan Bapak Presiden yang cukup panjang ini."

"Jangan ramai-ramai mengambil mudik pada puncak mudik, jangan menikmati macet."

Baca juga: Jika Target 70 Persen Populasi Divaksin Covid-19 Tercapai, Dunia Bisa Lewati Fase Akut Pandemi

"Lebih enak menikmati menghindari kemungkinan terjadinya macet. Karena itu lebih dini mudik lebih baik."

"Kemudian baliknya juga begitu, lebih awal balik lebih baik."

"Dengan begitu maka kemacetan-kemacetan yang kemungkinan akan terjadi bisa dikurangi semaksimal mungkin," paparnya. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved