Jumat, 24 April 2026

Bisnis

RKIH Dukung QA Pembangunan Kampung Perikanan Budidaya KKP, Ini Alasannya

sertifikat CPIB kepada UMKM/supplier, bisa membuat pelaku usaha memahami dan dapat mewujudkan standar mutu yang dipersyaratkan.

Istimewa
Peluncuran Quality Assurance (QA) Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dari Hulu sampai Hilir pada Kampung Budidaya Bandeng Gresik di Pudak Gallery UMKM Gresik, Jawa Timur, Kamis (21/4/2022) lalu.   

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Kris Budihardjo mendukung 100 persen pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurutnya, pembangunan kampung perikanan budidaya, sosialisasi dan pelatihan yang ditindaklanjuti dengan pemberian sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) kepada UMKM/supplier, bisa membuat pelaku usaha memahami dan dapat mewujudkan standar mutu yang dipersyaratkan.

"Hal ini dapat menumbuhkan kebanggaan dan kepercayaan diri pelaku usaha perikanan mikro kecil menengah dalam berbisnis, serta memenuhi standar mutu internasional. Juga bisa digunakan untuk kepentingan kredit perbankan," kata Kris dalam keterangan persnya, Jumat (22/4/2022). 

Baca juga: Produk Perikanan Maluku Jadi Komoditas Ekspor Dunia, KKP Bagikan Sertifikat CPIB

Baca juga: Kepiting Lemburi jadi Komoditas Unggulan, KKP Melalui BKIPM Luncurkan Kampung Kepiting di Pemalang

Pada tahun 2022, KKP melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menargetkan memberikan pelatihan dan menyertifikasi CPIB kepada 10.000 UMKM/Supplier di seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi penerapan jaminan mutu hasil perikanan pada UMKM perikanan, serta penyerahan sertifikat CPIB, HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), dan CKIB (Cara Karantina Ikan yang Baik) pada para pelaku usaha perikanan.

Sementara itu, Menteri KPP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, KKP ini melalui BKIPM  harus berupaya semaksimal mungkin, mendorong UMKM  agar segera tersertifikasi.

"Ini penting, agar ekspor hasil perikanan kita  meningkat," kata Trenggono saat peluncuran Quality Assurance (QA) Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dari Hulu sampai Hilir pada Kampung Budidaya Bandeng Gresik di Pudak Gallery UMKM Gresik, Jawa Timur, Kamis (21/4/2022) lalu.  

Peningkatan layanan sertifikasi, menurutnya sangat penting, guna mendongkrak kinerja ekspor produk perikanan dari Provinsi Jawa Timur, khususnya Gresik.

Baca juga: Agar Ekspor Hasil Perikanan Meningkat, Trenggono Minta UMKM di Gresik Segera Tersertifikasi

Apalagi, Gresik sebagai salah satu sentra perikanan budidaya di Jawa Timur sekaligus produsen ikan bandeng terbesar di Indonesia.

"volume bandeng Kabupaten Gresik pada tahun 2020 sebesar 87.119 ton atau setara Rp1,4 triliun dari total produksi perikanan budidaya sebesar 138.578 ton. Adapun total luas area budidaya seluas 28.000 Ha," kata Trenggono.

Plt. Kepala BKIPM Hari Maryadi menamabahkan, Gresik memiliki banyak UMKM perikanan dengan berbagai produk perikanan yang berpotensi ekspor.

Target BKIPM ke depan, adalah ikan dan produk perikanan yang diproduksi/ditangkap dan diolah bebas hama penyakit ikan ber berbahaya, memenuhi syarat mutu dan berorientasi ekspor.

"Untuk itu diperlukan upaya berkesinambungan untuk mendorong UMKM perikanan lainnya untuk bisa memenuhi persyaratan jaminan mutu hasil perikanan sesuai standar ekspor sesuai arahan Bapak Menteri Trenggono," kata Hari. (ign)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved