Kampung Tengah Hutan
Menikmati Asrinya Kampung Cilele Karawang, Berada di Tengah Hutan dan Andalkan Panel Surya
Warga di sana baru lima tahun terakhir ini teraliri listrik. Itu pun hanya dengan menggunakan panel surya yang didapat dari bantuan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Mereka menjual hasil-hasil perkebunannya ke kota ataupun ada yang langsung membawanya ke pasar.
Di Kampung Hutan Cilele juga baru lima tahun mendapatkan listrik. Itupun menggunakan panel surya.
Sebelumnya warga menerangi malamnya dengan lampu teplok dengan bahan bakar minyak tanah maupu solar.
Baca juga: ASN Karawang Menanti THR Lebaran, Berharap Segera Cair Sebelum Cuti Bersama
"Alhamdulillah baru 5 tahun terakhir ini pakai panel surya, sebelumnya pakai lampu teplok minyak tanah, terus minyak tanah engga ada, lalu ya pakai solar," beber dia.
Menurutnya, untuk menuju Kampung Cilele, sejak dahulu hingga sekarang hanya bisa dilalui melalui jalan berbatu dan tanah.
Tidak ada akses jalan memadai untuk masuk ke kampung ini.
Saat musim kemarau katanya perjalanan hanya sekitar 50 menit dari perkotaan karawang.
Namun ketika musim hujan, menurut Oman bisa memakan waktu lebih lama yakni sekitar dua jam perjalanan.
Sebab kondisi jalanan tanah berbatu akan menjadi becek dan berlumpur. Sehingga dipastikan jalanan akan sangat licin dan sulit di lalui kendaraan.
Tidak jarang jika hujan lebat katanya jalanan berubah menjadi kubangan lumpur.
"Untuk fasilitas masjid musola ya ada, tapi untuk masjid lumayan jauh. Kalau sekolah Alhamdulillah saya mendirikannya SD kelas jauh. Kalau SMP dan SMA non formal, ijazah itu ujian paket," ungkap dia.
Baca juga: Meski Diperbolehkan, Sekda Karawang Imbau Warga Tidak Mudik, Ini Alasannya
Sementara Yudha (10) bocah warga setempat mengungkapkan kesulitan mendapatkan sinyal untuk ponsel.
Tak hanya itu untuk menyalakan televisi ia mengaku sangat sulit.
"Sinyal susah, jarang main hape, TV juga engga bisa, engga kuat listrik. Kalau main ya main aja di luar aja," terang dia.
Yati (40) warga lainnya mengungkapkan ingin sekali mendapat hidup lebih layak.
Walaupun memang diakuinya, warga Kampung Cilele, tinggal di lahan pemerintah atau milik Perhutani.
"Mau si ada listrik PLN biar lebih terang, karena kalau panel surya terbatas. Terus juga kan engga ada penerangan di sepanjang jalan jadi gelap kalau malam dan jalananya juga tanah batu," katanya. (MAZ)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Suasana-asri-dan-sejuk-di-Kampung-Hutan-Cilele-Desa-Wanajaya-38387376.jpg)