Mafia Minyak Goreng

Dirjen Daglu Kemendag Jadi Tersangka, Fadli Zon: Kalau di Luar Negeri Sih Menterinya Sudah Mundur

Menurutnya, sikap para pejabat di luar negeri siap mengundurkan diri jika terjadi masalah di kementeriannya.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi seharusnya juga ikut bertanggung jawab atas terbongkarnya kasus mafia minyak goreng. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi seharusnya juga ikut bertanggung jawab atas terbongkarnya kasus mafia minyak goreng.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana kini berstatus tersangka, dalam kasus izin ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), bersama tiga tersangka lainnya.

"Harusnya secara moral bertanggung jawab."

Baca juga: Indrasari Terima Gratifikasi Ekspor Minyak Goreng.?Jampidsus: Ada yang Gratis Kalau Tabrak Aturan?

"Mendag harusnya secara moral bertanggung jawab dong ada dirjen yang kena," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Fadli pun membandingkan sikap pejabat di Indonesia dengan di luar negeri.

Menurutnya, sikap para pejabat di luar negeri siap mengundurkan diri jika terjadi masalah di kementeriannya.

Baca juga: Ada 88 Perusahaan Swasta Ekspor Minyak Goreng, Bisa Jadi Tersangka Jika Langgar Aturan DMO

Namun, dia melihat hal itu tidak akan dilakukan oleh Lutfi.

"Kalau di luar negeri sih sudah mundur, tapi kan kita di sini enggak ada istilah mundur gitu loh," ucapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka mafia minyak goreng.

Baca juga: Densus 88 Bilang NII Ingin Gulingkan Pemerintah, Legislator PAN: Apakah Mungkin Pakai Golok?

"Tersangka ditetapkan empat orang," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaam Agung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

Keempat tersangka itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, dan Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group.

Lalu, Togar Sitanggang selaku General Manager PT Musim Mas, dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia Parlindungan Tumanggor.

Menurut Burhanuddin, penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik menemukan dua bukti permulaan yang cukup.

"Bukti permulaan cukup 19 saksi, 596 dokumen, dan surat terkait lainnya serta keterangan ahli."

Baca juga: Mardani Ali Sera: Susah Minta Luhut Mundur, Jokowi Puas dengan Kinerjanya

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved