Mafia Minyak Goreng

Indrasari Terima Gratifikasi Ekspor Minyak Goreng?Jampidsus: Ada yang Gratis Kalau Tabrak Aturan?

Aturan ini bertujuan untuk menghindari kelangkaan minyak goreng di pasar domestik.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Ilham Rian
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menjadi tersangka kasus ekspor minyak goreng. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menjadi tersangka kasus ekspor minyak goreng.

Lantas, apakah Indrasari menerima gratifikasi?

Saat dikonfirmasi, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Adriansyah menyampaikan, pihaknya masih menduga kuat Indrasari menerima gratifikasi untuk menerbitkan persetujuan ekspor minyak goreng.

Baca juga: KPU Ungkap Hasil Lelang Jual Kotak Suara Berbahan Kardus Peringkat Pertama di Kementerian Keuangan

"Kira-kira ada yang gratis enggak kalau umpamanya dia tabrak aturan?" Kata Febrie di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2022).

Febrie menyatakan, aturan yang ditabrak salah satunya adalah tidak mendistribusikan Crude Palm Oil (CPO) sesuai Domestic Market Obligation (DMO), yaitu 20 persen.

Aturan ini bertujuan untuk menghindari kelangkaan minyak goreng di pasar domestik.

Baca juga: Besok BEM UI Gelar Unjuk Rasa Lagi di Patung Kuda, Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Masih Jadi Isu

"Padahal ini dijual tidak ke masyarakat, masih di grup dia (eksportir)."

"Pejabatnya izinkan, seharusnya kan dia tidak izinkan."

"Dia pastikan dulu nih, harus sudah menyebar di pasar induk lah, di masyarakat, baru dia izinkan," jelas Febri.

Baca juga: Amien Rais Minta Mahasiwa Gencarkan Unjuk Rasa, Khususnya pada Akhir Pekan Agar Kuliah Tak Keteteran

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka mafia minyak goreng.

"Tersangka ditetapkan empat orang," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaam Agung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

Keempat tersangka itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, dan Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group.

Lalu, Togar Sitanggang selaku General Manager PT Musim Mas, dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia Parlindungan Tumanggor.

Menurut Burhanuddin, penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik menemukan dua bukti permulaan yang cukup.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved