Ramadan

Satpol PP DKI Bertekad Bersihkan PMKS hingga Lebaran, karena Mengganggu Keindahan Jakarta

Seperti biasa, setiap bulan Ramadan pasti PMKS marak di jalan, karena itu Satpol PP DKI berupaya 'membersihkannya'.

warta kota/miftahulmunir
Satpol PP Jakarta Barat menggelar razia PMKS di kolong tol Grogol di bulan Ramadan ini. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan hingga Lebaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 372 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring razia Satpol PP DKI Jakarta saat bulan Ramadan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan ketertiban umum di Jakarta terutama pada masa bulan puasa dan antisipasi menjelang Idulfitri 1443 H.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, operasi ini digelar selama sepekan dari Rabu (6/4/2022) sampai Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Seret Relawan Anies di Kasus Ade Armando, Grace Ditantang Politisi PDIP Serahkan Bukti ke Polisi

Ratusan orang yang terjaring itu berasal dari beberapa kategori, dengan rincian 214 gelandangan atau pengemis, 11 pekerja seks komersial (PSK), dua wanita pria (waria), 61 pengamen, 12 orang ‘Pak Ogah’, 46 manusia geribak, 11 manusia robot, lima manusia silver, enam pedagang asongan, dan dua orang masing-masing anak punk serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)).

“Kegiatan ini digelar dengan berkolaborasi bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta unsur pemerintah kota seperti kecamatan dan kelurahan,” kata Arifin dari keterangan tertulisnya, Jumat (15/4/2022).

Arifin juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan yang telah membantu pelaksanaan tes Swab antigen bagi para PMKS yang telah dijangkau dan diamankan oleh petugas Satpol PP.

Baca juga: Mahasiswa SIL UI Ciptakan Teknologi Pengolah Limbah Pangan Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos

Dia juga mengapresiasi peran Dinas Sosial yang telah bergabung dalam kegiatan penertiban serta melaksanakan tindaklanjut penanganan melalui panti-panti sosial yang ada.

Menurutnya, kegiatan ini akan terus dilaksanakan sampai menjelang Lebaran sebagai upaya penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman kota Jakarta.

Arifin memastikan, pelaksanaan operasi ini dilakukan dengan persuasif, humanis serta tetap memperhatikan hak dan keselamatan dari masyarakat yang terjangkau penertiban.

“Diharapkan tidak ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan situasi bulan Ramadan sebagai bulan baik untuk bersedekah dengan berada di pinggir-pinggir jalan mencari keuntungan pribadi, namun mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved