Aksi Terorisme

Komnas HAM Pastikan Penembakan Dokter Sunardi oleh Densus 88 Tak Melanggar HAM

Berdasarkan hasil identifikasi, pihaknya menemukan penangkapan Sunardi sudah memenuhi unsur legalitas.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penembakan dokter Sunardi hingga tewas oleh Densus 88, tidak melanggar HAM. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penembakan dokter Sunardi hingga tewas oleh Densus 88, tidak melanggar HAM.

Dokter Sunardi merupakan target Densus 88 yang diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia tewas ditembak saat berusaha ditangkap pada 9 Maret 2022.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam pada konferensi pers, Senin (11/4/2022), menegaskan, pihaknya melakukan investigasi secara menyeluruh tanpa intervensi siapapun.

Baca juga: Jokowi: Kita Telah Sepakat Pemilu Dilaksanakan 14 Februari 2024, Sudah Jelas Semuanya

Berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM atas kematian dr Sunardi dari pihak Densus 88, keluarga, hingga warga sekitar, tidak ditemukan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88.

“Melihat prinsip legalitas dan kehati-hatian dalam proses penangkapan dokter Sunardi sampai kematian, sudah sesuai dengan prosedur dan tidak terdapat pelanggaran HAM."

"Jadi kami tidak melihat ini, kecuali jika nanti ada bukti yang lain atau sebagainya."

Baca juga: Bagikan Gerobak Partai Perindo, Tama S Langkun: Gagasan Kami Dukung Masyarakat Indonesia Sejahtera

"Sepanjang yang kami dalami, kami tidak temukan terjadi pelanggaran HAM,” ujar Anam kepada awak media.

Berdasarkan hasil identifikasi, pihaknya menemukan penangkapan Sunardi sudah memenuhi unsur legalitas.

Ia mendapati pihak Densus 88 sudah menunjukkan surat penangkapan kepada Sunardi.

Baca juga: Kapolri Instruksikan Anak Buahnya Humanis Kawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa dan Awasi Penumpang Gelap

Aparat Densus 88 yang melakukan penangkapan juga mengenakan rompi bertuliskan 'Polisi'.

Penangkapan Sunardi menurutnya sudah memenuhi prinsip nesesitas dan kehati-hatian.

Seperti memilih menangkap di jalanan untuk menghindari klinik dan pesantren tempat Sunardi bekerja, serta tidak di rumah Sunardi untuk menghindari trauma di keluarga.

Baca juga: Anggota DPR Tonton Video Porno Saat Rapat, Formappi: Terlampau Memalukan untuk Dibiarkan

Penangkapan Sunardi juga dilakukan menghindari saat Sunardi menggunakan mobil lain berupa ambulans.

“Makanya ketika dipastikan pas hari itu dokter Sunardi menggunakan mobil (yang bukan ambulans) dan jaraknya ketahuan, di situlah terjadi penangkapan," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved