Bulan Suci Ramadan
MUI Minta Tak Ada Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan Agar Ekonomi Masyarakat Bangkit Lagi
Menurut Amirsyah, industri kecil yang menjual makanan dan minuman justru harus dibantu pada momentum Bulan Ramadan.
Menurutnya, pengaturan waktu dapat menjadi jalan tengah agar rumah makan tetap buka saat Ramadan.
"Biasanya kalau kita lihat orang cari bukaan itu, mulai dua jam sebelum berbuka."
Baca juga: Ganti Gorden di Rumah Dinas DPR Rp48,7 Miliar, Formappi: Dukung Produk Dalam Negeri Harus Boros?
"Itu kan bagus demikian. Ini kesempatan untuk mendorong industri yang halal dan thoyib," tutur Amirsyah.
Namun, Amirsyah meminta dicarikan jalan keluar agar tidak menyulitkan masyarakat yang tak berpuasa dalam mencari makanan.
"Ya supaya tak ada kesan menyulitkan, menurut hemat saya dicari strateginya, dibuat momentum yang pas ya."
Baca juga: Sekjen PDIP: Setop Wacana Tunda Pemilu 2024 yang Tidak Produktif, Mari Gotong Royong Bantu Rakyat
"Sehingga di satu sisi tak mengganggu orang yang sedang berpuasa."
"Di sisi lain, penjual makan bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan," papar Amirsyah.
Dirinya meminta agar pembukaan restoran atau tempat makan saat Ramadan tidak dilakukan secara transparan.
Baca juga: Jawab Isu Tunda Pemilu 2024, Sekjen PDIP: Kami Tidak akan Jilat Ludah Sendiri
Menurutnya, pembukaan tempat makan tidak boleh mengganggu Umat Islam yang berpuasa.
"Yang tidak boleh kan transparan membuka seolah-olah tak ada puasa, tak memberi penghargaan kepada masyarakat."
"Pokoknya bagaimana caranya biar enggak mengganggu, kan ada cara yang lebih arif dan bijak," beber Amirsyah. (Fahdi Fahlevi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kantor-mui.jpg)