Ganti Gorden di Rumah Dinas DPR Rp48,7 Miliar, Formappi: Dukung Produk Dalam Negeri Harus Boros?

Pihak DPR menyebut gorden tersebut terakhir kali diganti pada 2009, dan ingin memberdayakan produk dalam negeri.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti pernyataan Sekjen DPR Indra Iskandar soal anggaran pengadaan gorden Rp48 miliar. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti pernyataan Sekjen DPR Indra Iskandar soal anggaran pengadaan gorden Rp48 miliar.

Pihak DPR menyebut gorden tersebut terakhir kali diganti pada 2009, dan ingin memberdayakan produk dalam negeri.

"Informasi ini juga perlu dicek ulang, karena seingat saya tahun-tahun itu kompleks perumahan DPR sedang dalam tahap renovasi."

Baca juga: Sekjen PDIP: Big Data 110 Juta Enggak Perlu Dibahas Lagi, Sudah Terbantahkan dengan Sendirinya

"Baru selesai direnovasi pada 2011," kata peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan, Selasa (29/3/2022).

Alasan Indra yang mengatakan gorden yang akan dibeli berasal dari produk dalam negeri, kata Lucius, juga tak bisa jadi pembenaran proyek pengadaan gorden.

"Seolah-olah kita harus menerima pemborosan anggaran hanya karena mau mendukung produk dalam negeri?"

Baca juga: Puan Maharani Buka Peluang Duet dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024, Ini Kata Sekjen PDIP

"Jika gorden yang mau disediakan berasal dari produk di dalam negeri, harusnya anggarannya bisa ditekan sedemikian rupa agar tak menyedot terlalu banyak APBN," tuturnya.

Apalagi, kata Lucius, kondisi perekonomian bangsa belum pulih secara penuh.

"Kemudian fenomena kelangkaan minyak goreng, serta berbagai barang kebutuhan pokok lain, seharusnya merupakan indikator utama bagi DPR untuk mempertimbangkan proyek-proyek tidak mendesak apalagi untuk pihak sendiri," paparnya.

Baca juga: Sekjen PDIP Bilang Masalah Minyak Goreng Bisa Dorong Jokowi Lakukan Reshuffle Kabinet

Dia pun mengatakan, karena selalu membahas anggaran bersama pemerintah, DPR seharusnya paling paham tentang kebutuhan anggaran yang mendesak di tahun 2022.

"Pengetahuan terkait kebutuhan mendasar anggaran negara mestinya tercermin dalam kebijakan internal DPR, agar mereka tak justru mengubah nafsu bermewah-mewah dan narsis," beber Lucius.

Sekjen: Terakhir Diganti Tahun 2009

Sekjen DPR Indra Iskandar menjelaskan penganggaran puluhan miliar untuk pengadaan gorden di rumah dinas anggota Dewan di Kalibata.

Indra mengungkapkan, sejak 2020 pihaknya banyak menerima keluh kesah dari anggota DPR yang menempati rumah dinas, karena banyak gorden yang rusak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved