Perang Rusia Ukraina

Rusia Ingin Belah Ukraina Jadi Dua, Seperti Korea Utara dan Korea Selatan

Hal itu memicu teguran keras dari Ukraina yang bersumpah akan melakukan perang gerilya 'total' untuk mencegah negara itu terbelah menjadi dua.

Reuters via BBC
Pertempuran jalanan terjadi di kota Mariupol, yang dikelilingi oleh pasukan Rusia 

WARTAKOTALIVE.COM -- Kepala Badan Intelijen Pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov mengatakan Rusia ingin membelah Ukraina menjadi dua dan menciptakan Korea Utara dan Korea Selatan di sana.

Putin sedang mencoba untuk membagi negara menjadi dua ketika separatis di Luhansk yang dikuasai pemberontak mengatakan bahwa mereka akan mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia

"Rusia sedang mencoba untuk membagi Ukraina menjadi dua untuk menciptakan wilayah yang dikuasai Moskow," kata Budanov dikutip dari BBC, Minggu (27/3/2022).

Hal itu kata dia dilakukan setelah pasukan Putin gagal mengambil alih seluruh negeri Ukraina.

"Rusia sedang mencari untuk 'menciptakan Korea Utara dan Selatan di Ukraina'," kata dia.

"Dan kami akan segera meluncurkan perang gerilya total di wilayah yang diduduki Rusia, untuk mencegah itu," ujarnya.

Baca juga: VLADIMIR Putin Akhiri Perang Ukraina 9 Mei 2022, Disamakan Hari Kemangan Rusia atas Nazi Jerman

Seperti diketahui kata Budanov, separatis yang didukung Rusia di wilayah timur Ukraina, Luhansk, akan mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia dalam waktu dekat.

Petugas pemadam kebakaran Ukraina dan tim keamanan di lokasi sebuah gedung yang terkena rudal Rusia di Kyiv
Petugas pemadam kebakaran Ukraina dan tim keamanan di lokasi sebuah gedung yang terkena rudal Rusia di Kyiv (EPA via dailymail.co.uk)

Hal itu memicu teguran keras dari Ukraina yang bersumpah akan melakukan perang gerilya 'total' untuk mencegah negara itu terbelah menjadi dua.

Baca juga: Pertempuran Neraka, Pasukan Chechnya Diperkirakan Tewaskan 20.000 Orang di Mariupol Ukraina

Leonid Pasechnik, Kepala Republik Rakyat Luhansk memproklamirkan diri, Minggu (27/3/2022) hari ini bahwa mereka dapat mengadakan referendum dalam waktu terdekat.

Referendum menanyakan pemilih apakah mereka mendukung menjadikan wilayah Luhanks bagian dari Rusia.

Baca juga: Rusia Klaim Tewaskan dan Lukai 30.000 Tentara Ukraina, Hanya Akui 1.351 Pasukan Putin yang Tewas

Referendum dapat menandai awal dari pencaplokan formal lebih banyak wilayah Ukraina oleh Rusia.

Seperti yang terjadi di Krimea setelah Rusia merebut semenanjung Ukraina pada tahun 2014.

Rakyat Krimea sangat memilih untuk memutuskan hubungan dengan Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Baca juga: Jenderal Rusia yang Membual Perang Ukraina Berakhir Dalam Beberapa Jam saja, Tewas

Baca juga: PUTIN Bunuh Tokoh Holocaust Selamat, Dirudal saat Istirahat di Apartemen Ukraina

Baca juga: NATO Kirim Rudal Anti-Kapal ke Ukraina, Siap Hancurkan Militer Rusia

Hasil yang sebagian besar dunia menolak untuk mengakuinya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved