Perang Rusia Ukraina
Pertempuran Neraka, Pasukan Chechnya Diperkirakan Tewaskan 20.000 Orang di Mariupol Ukraina
Namun akhirnya video menunjukkan tentara Chechnya merayakan kemenangan dengan gambar menunjukkan lubang besar dari blok apartemen yang hancur.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM -- Sebuah video sekelompok pasukan Chechnya menembakkan senapan mesin berat ke arah bangunan tempat tinggal di kota Mariupol, Ukraina yang terkepung beredar di dunia maya, Sabtu (26/3/2022).
Video tersebut dibagikan oleh Panglima Perang Chechnya yang bersekutu dengan Rusia, Ramzan Kadyrov.
Tidak jelas apakah bangunan yang diberondong terdapat pasukan militer Ukraiana di sana,
Namun akhirnya video menunjukkan tentara Chechnya merayakan kemenangan dengan gambar menunjukkan lubang besar dari blok apartemen yang hancur.
Para pejabat Ukraina menyatakan pasukan Chechnya pergi dari rumah ke rumah di Mariupol sambil menembak dengan liar.
Diperkirakan sebanyak 20.000 orang baik militer atau sipil telah tewas dalam pertempuran neraka di Mariupol antara pasukan Chechnya dan Ukraina.
Di saluran Telegramnya, Kadyrov mengklaim para pejuangnya membersihkan 'wilayah Nazi' di Ukraina dan meniru garis yang digunakan oleh presiden Rusia Vladimir Putin dan untuk membenarkan invasi ke Ukraina.
Baca juga: VLADIMIR Putin Akhiri Perang Ukraina 9 Mei 2022, Disamakan Hari Kemangan Rusia atas Nazi Jerman
Mariupol telah menjadi saksi pertempuran paling intens sejak Putin memerintahkan pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari.
Pasukan Rusia telah menembaki kota tanpa pandang bulu, menghancurkan sebagian besar kota.
Para pejabat mengatakan sedikitnya 2.400 warga sipil telah tewas di kota pelabuhan selatan, tetapi dikhawatirkan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.
Seorang pejabat mengatakan awal bulan ini bahwa sebanyak 20.000 orang terbunuh.
Baca juga: Didamprat Putin Karena Invasi ke Ukraina Gagal, Menhan Rusia Sergei Shoigu Kena Serangan Jantung
PBB mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya telah menerima informasi tentang kuburan massal di kota itu, yang merupakan lokasi serangan Rusia yang menghancurkan di sebuah teater yang menewaskan 300 orang.
Sementara itu, Wali Kota Mariupol Vadym Boichenko mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia telah berbicara dengan duta besar Prancis untuk Ukraina tentang opsi untuk mengevakuasi warga sipil.
Baca juga: Ini Jenderal Terkejam Rusia yang Dijuluki Tukang Jagal, Mutilasi Wajah Prajuritnya Karena Seragam
Hal ini setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan akan mengusulkan kepada Rusia sebuah rencana untuk membantu warga sipil keluar dari Maripol.
Macron mengumumkan rencana berani dengan Turki dan Yunani untuk mengevakuasi semua orang yang ingin meninggalkan Mariupol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kondisi-kota-mariupol.jpg)