Kamis, 16 April 2026

Pakar ITB Sebut Galon PET Lebih Beresiko Terkena Sinar Matahari dan Benturan

Pakar Polimer ITB, Ahmad Zainal Abidin, mengutarakan galon berbahan PET memiliki temperatur transisi gelas pada suhu 80 derajat celcius.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Ilustrasi galon air 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Galon yang berbahan plastik PET yang digunakan untuk sekali pakai lebih beresiko jika terkena sinar matahari dan benturan dibanding yang berbahan Polikarbonat (PC).

Hal itu karena galon PET memiliki temperatur transisi gelas (Tg) yang jauh lebih rendah dibanding yang berbahan Polikarbonat (PC).

Suhu transisi gelas adalah suhu dimana suatu polimer mengalami perubahan dari liquid (yang mengalir, walapun mungkin sangat lambat) menjadi bentuk solid.

Baca juga: PSHK Sebut Peraturan Pelabelan BPA Pada Galon Polikarbonat Beresiko Masuk Judicial Review MA

Baca juga: BPOM Tegaskan Keamanan Kemasan Galon Polikarbonat Secara Berulang Masih Dalam Batas Aman

Pakar Polimer Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Zainal Abidin, mengutarakan galon berbahan PET memiliki temperatur transisi gelas pada suhu 80 derajat Celcius, sedang galon Polikarbonat pada 150 derajat Celcius.

“Dengan demikian, galon berbahan PET akan lebih berisiko jika terkena sinar matahari ketimbang Polikarbonat,” ujarnya dalam keterangannya Senin (21/3/2022).

Dia menjelaskan bahwa semua material monomer yang dijadikan bahan pembuat galon, baik PET dan PC itu ada resiko bahayanya.

Adapun monomer yang digunakan sebagai bahan pembuat galon PET adalah etilen glikol, dan untuk galon PC adalah BPA.

Menurut Zainal, dalam pembuatan galon-galon ini di pabrik, kemungkinan masih ada monomernya yang tidak bereaksi dan terjebak di dalam plastiknya.

Namun, katanya, monomer yang tersisa itu biasanya tidak banyak, sehingga jikapun terlepas tidak akan membahayakan bagi kesehatan.

Memang, Zainal mengatakan karakteristik alamiah dari galon berbahan PET dan PC itu, kalau temperaturnya makin tinggi, monomernya juga akan lebih mudah larut atau terlepas.

Serta jika melihat karakteristik ini, jelas galon PET yang memiliki Tg lebih rendah akan menjadi lebih rawan jika terkena sinar matahari dibanding galon PC.

“Karena para temperatur yang cuma 80 derajat Celcius, galon PET sudah rontok kekuatannya. Sedangkan galon PC baru suhu 150 derajat Celcius baru rontok,” ungkapnya.

Begitu juga jika terjadi benturan saat pendistribusiannya, menurut Zainal, galon PET tetap lebih beresiko dibanding galon PC.

Hal itu disebabkan galon PET lebih cepat rusak jika terjadi benturan, sedang galon PC lebih awet.

“Galon PET lebih lemah dan lebih tidak kuat. Kalau terguncang PET lebih banyak monomernya yang terlepas,” tukasnya.

Baca juga: BPOM Wacanakan BPA Free pada AMDK, Industri dan Kemenperin Menolak, Ini Alasannya

Baca juga: Tahap Harmonisasi Revisi Aturan Label BPA Free, Upaya BPOM Lindungi Masyarakat

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved