Virus Corona

TANDA-tanda Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Salah Satunya Tiba-tiba Pendiam dan Mengurung Diri

Sayangnya, mereka yang kerap menjadi pelaku adalah orang terdekat korban, bahkan keluarga.

Editor: Yaspen Martinus
today.rtl.lu
Kasus kekerasan pada anak meningkat selama pandemi Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kasus kekerasan pada anak meningkat selama pandemi Covid-19.

Menurut data, pada  2021, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melaporkan angka kekerasan pada anak mencapai 14.571 kasus.

Dari data tersebut, sebanyak 45,1 persen merupakan kasus kekerasan seksual pada anak.

Baca juga: Setelah Buka dan Tonton Langsung Balapan MotoGP Mandalika, Jokowi Bakal Langsung Terbang ke Bali

Sayangnya, mereka yang kerap menjadi pelaku adalah orang terdekat korban, bahkan keluarga.

Misalnya orang tua, paman, kakek, kakak, dan orang-orang qdi sekitar rumah.

Menurut Ahli Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Dr Eva Devita Harmoniati Sp A (K), masyarakat harus tahu kekerasan seksual bukan hanya perkosaan.

Baca juga: Haris Azhar-Fatia Jadi Tersangka, Jubir Luhut: Jangan Terus Berlindung di Balik Jubah Pejuang HAM

"Harus tahu kekerasan seksual bukan hanya perkosaan, sodomi."

"Tapi juga disentuh pada area privat dari seorang anak, memperlihatkan kelamin pada anak, kemudian menontonkan porno aksi," ungkapnya pada talkshow di Instagram IDAI, dikutip Tribunnews, Minggu (20/3/2022). .

Bagaimana menandai kemungkinan anak telah mengalami kekerasan seksual? Menurut dr Eva ada beberapa tanda yang bisa jadi acuan dari orang tua.

Baca juga: Jokpro Dukung Jokowi Jabat Tiga Periode tapi Harus Tetap Lewat Pemilu 2024

Pertama, ketika mengalami suatu kekerasan seksual, maka anak akan mengalami perubahan perilaku.

Yang tadinya anak ceria, riang dan gembira, mungkin cenderung menjadi pendiam dan mengurung diri.

Kedua, anak akan mengalami gejala gangguan tidur dan nafsu makan menurun. Tiba-tiba anak tidak mau makan.

Baca juga: Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut, Haris Azhar dan Fatia Bakal Ajukan Praperadilan

Atau sebaliknya, anak jadi lebih banyak makan karena melampiaskan kegelisahannya.

Kemudian, anak sering terbangun di malam hari, mimpi buruk, dan sebagainya.

Ketiga, kalau kekerasan seksual pada anak sampai penetrasi, maka biasanya akan ada keluhan organ genital, ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil atau buang air besar.

Untuk anak-anak yang sudah lebih besar akan mengalami keputihan dan infeksi di saluran kemih. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved