Pencemaran Nama Baik

Jadi Tersangka, Haris Azhar Sindir Luhut Ogah Buka Big Data 110 Juta Warga Ingin Tunda Pemilu

Haris lantas menyindir Luhut yang ogah membuka big data 110 juta masyarakat ingin menunda Pemilu 2024.

Warta Kota
Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Haris lantas menyindir Luhut yang ogah membuka big data 110 juta masyarakat ingin menunda Pemilu 2024.

Haris membandingkan sikap Luhut ataupun kuasa hukumnya, yang meminta-minta data dan bukti terkait apa yang disampaikan Haris dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti, dalam bincang youtuber bertajuk 'Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!' yang tayang di akun YouTube Haris.

Baca juga: Mabes Polri Nilai Keputusan Hakim Vonis Bebas Dua Polisi Penembak Anggota FPI Independen

Di sisi lain, sebut Haris, ketika publik meminta penjelasan soal big data yang menjadi polemik, Luhut justru tidak ingin menjelaskan.

"Soal big data itu menunjukan ketika Luhut Binsar Pandjaitan tidak mau menjelaskan, itu semacam hal seperti tuduhan ke saya dan Fatia, seolah-olah bicara sesuatu yang bohong."

"Tapi ketika Saudara Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal big data dan tidak bisa menjelaskan, kita jadi bertanya-tanya kenapa dia bertindak tidak gentle?"

Baca juga: Dikabarkan Ada di Amerika Serikat, Polisi Gandeng FBI Kejar Saifuddin Ibrahim

"Ketika mendesak kita untuk buka data, tapi ketika dia dikejar untuk buka data, dia tidak bicara," tutur Haris dalam jumpa pers daring, Sabtu (19/3/2022).

Menyangkut penetapan tersangka dan rencana pemeriksaan pada Senin (21/3/2022) pekan depan, Haris menyatakan kekecewaan atas prioritas negara.

“Dulu ketika pemeriksaan awal saya sudah mengatakan, daripada negara sibuk memidanakan kami, lebih baik urus Papua,” katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Pandjaitan

Menurut Haris, negara lebih sibuk memidanakannya ketimbang mengurus Papua. Akhirnya, peristiwa kekerasan terus berulang terjadi di Papua.

“Dan hari ini karena mereka sangat gesit dan sibuk memidanakan saya dan Fatia, apa yang terjadi situasi buruk di Papua, khususnya di Intan Jaya terus terjadi."

"Minggu lalu ada lagi korban, sebelumnya ada korban, pengungsian terus terjadi,” paparnya.

Baca juga: Bikin Proyek The Happiness, Walls Definisikan Ulang Arti Kebahagiaan yang Tak Melulu Soal Materi

Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya kemiskinan integritas negara dalam menangani situasi.

Negara menolak fakta yang disampaikan, mengabaikan keadaan di lapangan, dan justru berniat memenjarakan pembawa pesannya.

Menurut Haris, hal ini juga tercermin dalam proses hukum di Polda Metro Jaya.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 19 Maret 2022: Dosis I: 194.559.612, II: 153.649.3989, III: 16.096.488

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved