Kasus Rizieq Shihab

Dua Polisi Penembak Enam Anggota FPI Divonis Bebas, Marwan Batubara: Pengadilan Dagelan, Sesat

Atas putusan tersebut, Marwan meminta kepada masyarakat tak perlu mempercayai putusan hakim.

Editor: Yaspen Martinus
Tangkapan layar Twitter@Nirmala_2205
Terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella sujud syukur, setelah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tim pengawal peristiwa pembunuhan (TP3) anggota FPI ogah menanggapi vonis bebas dua terdakwa dugaan unlawful killing, yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Sekretaris TP3 Marwan Batubara mengatakan, pihaknya tak menanggapi putusan ini, sebab menilai proses persidangan terhadap terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, dagelan.

"Kita enggak ada tanggapan lah, enggak penting ditanggapi, orang pengadilan dagelan sesat."

Baca juga: Novel Baswedan: Sejak Awal 2020 Mata Kiri Saya Akhirnya Buta Permanen

"Jadi kalau sudah pada awalnya pengadilannya sekadar sandiwara," kata Marwan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/3/2022).

Atas putusan tersebut, Marwan meminta kepada masyarakat tak perlu mempercayai putusan hakim.

"Dagelan yang sesat ya rasanya enggak relevan kita kasih tanggapan, kecuali mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai sandiwara, dagelan itu," beber Marwan.

Baca juga: Arab Saudi Eksekusi Mati Dua WNI Atas Kasus Pembunuhan Sesama Warga Indonesia

Terlebih, kata dia, dalam perkara ini, tuntutan yang dijatuhkan jaksa belum didasari pada proses penyelidikan, namun langsung pada tahap penyidikan.

Atas hal itu, dirasa percuma jika proses pidana belum masuk penyelidikan, namun sudah diproses persidangan.

"Artinya proses penyelidikan belum pernah terjadi, bagaimana hakim mau mutus perkara yang penyelidikannya tidak pernah dilakukan?" Ucap Marwan.

Baca juga: KRONOLOGI Arab Saudi Eksekusi Mati Dua WNI, Dua Surat Presiden kepada Raja Tak Ubah Hukuman

Sedangkan yang dijadikan pedoman dalam perkara tersebut, lanjutnya, hanya berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Komnas HAM.

Ia meyakini pemantauan ini dilakukan bersama pemerintah atau kepolisian.

"Jadi apa relevansinya? Kalau memang pada dasarnya ini adalah pengadilan sesat yang sejak awal dari sisi proses hukumnya sendiri sudah sangat rekayasa," beber Marwan.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis bebas kepada Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, terdakwa dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap enam anggota FPI.

Baca juga: Perludem Nilai Usulan Penundaan Lebih Tepat Disebut Sebagai Upaya Penggagalan Pemilu

Sidang digelar pada Jumat (18/3/2022), di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved