Terorisme

Satu Terduga Terorisme Jamaah Islamiyah Ditangkap di Kabupaten Tangerang

Terduga terorisme inisial TO diringkus Densus 88 Antiteror di Jatimulya, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Istimewa
Ilustrasi terduga terorisme ditangkap 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Terduga terorisme inisial TO diringkus Densus 88 Antiteror di Jatimulya, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Karopemmas Divhumas Polri, Ahmad Ramadhan mengatakan, TO ditangkap di kediamannya di Perumahan Samawa Village, Blok D4 No. 1 pada Selasa (15/3/2022) pukul 04.52 WIB.

"Yang bersangkutan merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Satgaswil DKI Jakarta," jelas Ramadhan dalam keterangannya Selasa (15/3/2022).

Namun Ramadhan belum bisa menjelaskan peran dan jabatan TO dalam JI.

Saat ini kata Ramadhan TO sudah ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. 

Tim Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Banten, Polri: yang Bersangkutan Anggota Kelompok JI

Baca juga: Kuasa Hukum Munarman Berusaha Hadirkan Rizieq Shihab dalam Sidang Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap tiga tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Bengkulu, Rabu (9/2/2022).

Salah satu yang diringkus adalah CA, yang biasa dikenal sebagai Ketua JI di Bengkulu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, CA bertugas merekrut anggota untuk bergabung dengan JI.

Dia dibantu tersangka M dan E yang merupakan anggota JI Bengkulu.

"Tiga TO (target operasi) ini terlibat tindak pidana terorisme."

"Di mana CA terlibat sebagai Ketua JI Cabang Bengkulu yang tugasnya adalah merekrut, bersama M dan R," jelas Ramadhan kepada wartawan, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya, ketiga tersangka itu telah berbaiat dengan Jamaah Islamiah sejak 1999 silam.

Mereka terhubung dengan JI cabang lain, seperti Palembang, Riau, dan Sumatera Utara (Sumut).

"Tiga orang tersebut adalah jaringan JI Bengkulu yang terhubung dengan JI Palembang, Riau dan Sumut," terang Ramadhan.

Ramadhan mengatakan, ketiga tersangka teroris ini aktif menggalang dana hingga menyembunyikan buronan.

Hal tersebut didukung oleh keterangan dan alat bukti yang didapat Densus 88.

"Dari keterangan dan alat bukti yang didapat, mereka aktif dalam perekrutan, penggalangan dana, dan memfasilitasi pelaku atau DPO untuk sembunyi atau melarikan diri," beber Ramadhan. (Igman Ibrahim)

GERAM MINYAK GORENG LANGKA TERUS, KAPOLRI SAMPAIKAN INSTRUKSI INI KE SELURUH KAPOLDA. BACA BERITA SELENGKAPNYA DI : LINK BERIKUT 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved