Pencemaran Batu Bara

Pencemaran Batu Bara Bikin Anak Gatal-Gatal dan Susah Tidur, KPAI Desak Pemprov DKI Bertindak

Retno Listyarti mendapat informasi pencemaran batu bara di Rusun Marunda yang mengakibatkan masalah pernafasan hingga gatal-gatal

Warta Kota/Muhammad Azzam
Ketua Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti saat mendatangi lokasi guru pukuli siswa di SMA Negeri 12, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (14/2/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Pemprov DKI Jakarta bertindak tegas menyikapi pencemaran batu bara yang terjadi di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Awalnya Komisioner KPAI Retno Listyarti mendapat informasi pencemaran batu bara di Rusun Marunda yang mengakibatkan masalah pernafasan hingga gatal-gatal di kulit terutama pada anak-anak di sana.

“Secara umum warga menyampaikan dampak pencemaran mulai dirasakan pada tahun 2018 hingga sekarang,” ujar Retno, dalam keterangannya Minggu (13/3/2022).

Bahkan ada seorang ayah yang memiliki tiga anak yang masih duduk di sekolah dasar menceritakan bahwa mereka sekeluarga mengalami penyakit kulit yang menimbulkan gatal di sekujur tubuh.

Baca juga: Warga Keluhkan Pencemaran Batu Bara, KSOP Marunda Pastikan Bukan dari Pelabuhan

Baca juga: Aplikasi Simbara Diharapkan Bungkam Mafia Mineral dan Batu Bara

“Sang ayah menceritakan anak-anaknya menjadi tidak nyenyak tidur pada malam hari karena rasa gatal yang tidak tertahankan. Bahkan sang anak pernah berkata sudah tidak kuat lagi,” katanya.

Bahkan RPTRA Rusun Marunda juga terdampak masalah serupa.

Baca juga: Kapolri Diminta Dalami Dugaan Mafia Ratu Batu Bara di Kaltim

Petugas setiap harinya harus menyapu lantai dan membersihkan mainan anak-anak agar bersih dari debu abu batu bara.

Mengingat banyak anak-anak yang terdampak pencemaran batu bara, KPAI akan meneruskan informasi tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Siap Pasok Batu Bara ke PLN, AGM Tawarkan Pengiriman Lewat Pelabuhan TCT Dengan Harga Pasar

“KPAI akan menindaklanjuti laporan warga rusun marunda ke pihak Pemprov DKI Jakarta, karena penyelesaiannya harus melibatkan Dinas-dinas terkait,” tuturnya.

Selain itu, KPAI juga meminta DPRD DKI Jakartanuntuk melakukan pengawasan ke lokasi dan sekaligus memanggil pemerintah maupun perusahaan pencemar untuk dimintai penjelasan.

Baca juga: Pemerintah Larang Ekspor Batu Bara, Erick Thohir Ingatkan Jangan Saling Menyalahkan

“Laboratorium independen juga perlu dilibatkan untuk melakukan uji laboratorium pada air dan tanah warga, serta uji medis dampak kesehatan yang dirasakan warga, terutama anak-anak,” ujar Retno. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved