Berita Jakarta
Kebakaran di Gedung Pemda DKI Terulang, Politisi PSI Geram, Desak Audit Alat Pencegah Kebakaran
Menurut William Aditya Sarana, kebakaran pada fasilitas publik sangat merugikan Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta geram dengan adanya insiden kebakaran susulan di gedung milik pemerintah daerah. Pengawas pemerintah daerah itu menilai, kejadian serupa sebetulnya bisa dicegah jika sistem kelistrikan dan peralatan pencegahan berfungsi optimal.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari PSI, William Aditya Sarana menyesalkan, adanya kebakaran di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (9/3/2022) lalu karena diduga korsleting listrik dari baterai cadangan.
Dia heran dalam sepekan kasus kebakaran bisa terjadi di gedung pemerintah daerah, di mana sebelumnya kantor Dinas Perhubungan di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat terbakar.
Baca juga: Kasus Covid-19 Mengendur, Pemprov DKI ‘Mainkan’ Program 942-DV yang Mampu Kendalikan Banjir
“Sebelumnya gedung Dishub juga terbakar, belum selang 24 jam ini. Apalagi, kali ini yang terbakar RSUD, di tengah pandemi, rumah sakit adalah fasilitas yang sangat krusial. Tolong Pemprov beri perhatian. Ini semakin berbahaya,” kata William berdasarkan keterangannya pada Jumat (11/3/2022).
Menurutnya, kebakaran pada fasilitas publik sangat merugikan Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat.
Dia yakin kebakaran tersebut akan mengancam keamanan dalam pelayanan publik.
"Di kebakaran ini, asap sempat mengepul ke UGD RSUD tersebut, sehingga menganggu pasien yang berobat. Bukannya sembuh, malah makin sakit. Jadi, menurut kami kebakaran ini bukan hanya mengancam aset-aset Pemprov,” ucapnya.
Baca juga: Anies Izinkan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 2, Kapasitas Tamu 50 Persen Tanpa Makan di Tempat
“Tapi juga mengancam nyawa pasien. Mereka sedang mencari pelayanan publik. Pemprov mungkin bisa merogoh APBD untuk renovasi, tapi nyawa orang gak bisa terbayar. Jangan sampai warga Jakarta justru terancam ketika pergi ke gedung Pemprov,” lanjut William dari Fraksi PSI.
William kemudian mengingatkan bahwa Pemprov DKI Jakarta perlu membentuk tim pencegahan kebakaran. Kata dia, Pemprov DKI memiliki Pergub Nomor 143 tahun 2016 mengenai strategi pencegahan kebakaran.
Regulasi itu mengharuskan dinas terkait rutin mengecek sistem kelistrikan dan alat pencegahan kebakaran.
“Di sini kami mencoba mengerti Pak Anies yang banyak urusan lain. Jadi kami sarankan, untuk pencegahan kebakaran ini, tidak usah jauh-jauh. Tinggal laksanakan saja Pergubnya dan lakukan audit,” tutup William.
Seperti diketahui, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur dilanda kebakaran pada Rabu (9/3/2022) sekira pukul 22.47 WIB. Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, kebakaran dilaporkan terjadi pada bagian baterai cadangan.
“Objek terbakar baterai cadangan di lantai satu RSUD. Diduga terjadi korsleting pada baterai sehingga terjadi penyalaan api,” kata Gatot dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/3/2022).
Baca juga: Pastikan Implementasi Program JKP, Menaker dan Dirut BPJamsostek Gelar Dialog dengan Peserta
Pihak petugas RSUD Pasar Rebo sudah berupaya melakukan pemadaman mandiri menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sehingga api tidak sampai membesar.
Namun sisa kepulan asap pada ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Pasar Rebo terlampau banyak sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan warga yang datang berobat.
“Untuk pemadaman kita kerahkan 10 unit mobil pompa berikut 55 personel. Anggota tiba pukul 23.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta mengeluarkan asap dari UGD,” ujarnya. (faf)