Senin, 27 April 2026

Berita Video

Pola Asuh Anak di Era Digital yang Sebaiknya Dihindari

Terkadang orangtua merasa bingung harus menerapkan pola asuh seperti apa. Untuk itu, perlu adanya diskusi mengenai hal ini ke pasangan.

Contohnya, saat sedang berada di dalam ruangan yang sama, namun orangtua tidak berinteraksi dengan anak-anaknya, anak dibebaskan untuk menghabiskan waktu bermain games sementara Ibunya sibuk dengan gadgetnya.

Orangtua dengan pola asuh cuek ini tidak pernah menanyakan kegiatan si Anak selama seharian di sekolah. Bahkan tidak peduli apakah anaknya sudah mengerjakan tugas sekolah atau belum.

Dengan karakter orangtua yang terlalu cuek secara tidak langsung akan membentuk si Anak mengalami kesulitan dalam menaati peraturan. Anak cenderung lebih suka melanggar peraturan-peraturan yang ada. Ini disebabkan dirinya kurang mendapatkan pengawasan, merasa tidak diperhatikan hingga tidak pernah merasakan peraturan dari kedua orangtuanya.

4. Pola asuh temporizer

Pola asuh orangtua ini biasanya terkesan tidak konsisten, kadang orangtua seakan tidak mempunyai pendirian atau bahkan bisa mengingkari kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya, dan adalah contoh yang kurang baik karena bisa ditiru oleh anak.

Bila anak terus menerus menerima pola asuh seperti ini, ia akan merasa bingung terhadap peraturan yang ada di dalam rumah. Ia juga akan menjadi pribadi yang tidak tegas karena meniru perilaku dari orangtuanya sendiri.
Tak jarang pola asuh ini juga justru menimbulkan perasaan kurang percaya diri pada anak.

5. Pola asuh terlalu melindungi

Terlalu melindungi anak sebenarnya juga kurang bagus

orangtua yang selalu merasa begitu khawatir dengan keadaan anaknya sendiri, sehingga cenderung terlalu berlebihan dalam melindungi. Pola asuh yang satu ini bahkan bisa disebut terlalu posesif karena takut terjadi sesuatu pada anak.

Terlalu melindungi membuat anak merasa terlalu banyak larangan dengan alasan demi kebaikan.

Contohnya seperti tidak diizinkan bermain bola di luar rumah karena orangtua takut jatuh.

Padahal ini seolah terlalu mengekang anak untuk tetap berada di dalam rumah tanpa bersosialisasi.

Melindungi dari bahaya memang tugas dari orangtua , namun terlalu berlebihan pun tidak baik untuk perkembangan anak.

Itulah, tadi pola asuh yang sebaiknya dihindari oleh orang tua dalam mengasuh anak.

Sebagai orang tua kita perlu bersepakat mengenai pola asuh seperti apa yang tepat. Dengan begitu, anak bisa memiliki pengasuhan yang tepat demi perkembangan sifat dan sikapnya di masa depan

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved