Sabtu, 2 Mei 2026

Stunting di Karawang

2022, Karawang Fokus Turunkan Angka Stunting dan Perbanyak Kampung KB

Kepala DPPKB Karawang, Sofiah menuturkan, torehan prestasi yang dicapai DPPKB Karawang sepanjang tahun 2021 diklaimnya sudah cukup baik.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Muhammad Azzam
Kepala DPPKB Karawang, Sofiah 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang memiliki peran dan tugas yang tak kalah pentingnya dengan dinas-dinas lainnya.

Sebab, dinas tersebut menjadi ujung tombak pemerintah dalam upaya mengendalikan laju pendudukan.

DPPKB Karawang sendiri mencatat sejumlah pencapaian di sepanjang 2021 lalu.

Yakni sukses menggarap program vaksinasi melalui praktek bidan mandiri (PBM), serta capaian program keluarga berencana (KB) yang mencapai 100 persen lebih.

Pada 2022 ini DPPKB Karawang memiliki target dan fokus lain.

Kepala DPPKB Karawang, Sofiah menuturkan, torehan prestasi yang dicapai DPPKB Karawang sepanjang tahun 2021 diklaimnya sudah cukup baik.

Baca juga: Pencegahan Stunting Anak, Ade Fitrie Kirana: Perlu Peningkatan Sumber Daya Manusia

Maka pada 2022, akan terus ditingkatkan lebih baik lagi.

Pada 2022 katanya ada target yang harus diselesaikan yakni program penurunan angka stunting dan pengembangan Kampung KB.

Baca juga: Dokter Rini Tepis Anggapan Anak-anak yang Terpapar Covid-19 Bisa Stunting

"Saat ini kami dapat tugas untuk turut dalam upaya penanganan stunting. Tentunya bersinergi dengan stakholder terkait seperti Dinas kesehatan dan Bappeda," kata Sofiah belum lama ini.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ikut ambil bagian dalam penanganan stunting. 

Baca juga: Pemkot Jaksel Berupaya Cegah Stunting dan Obesitas saat Peringati Hari Gizi Nasional

Baca juga: Cegah Stunting dan Obesitas, Essie Munjirin Ingatkan Emak-emak Pentingnya Menjaga Kesehatan

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis pada anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. 

Baca juga: Gerakan Melawan Stunting Bergerak di Pakuan Pajajaran

Untuk menekan angka stunting di Karawang, DPPKB Karawang menggerakkan sekitar 4.503 orang Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) yang tergabung menjadi 1.879 tim dan tersebar di 309 desa yang ada di Kabupaten Karawang

"Pada 2024 presiden menargetkan angka stunting harus turun dari 27 persen menjadi 14 persen," beber dia.

Baca juga: Relawan HaloPuan Gelar Gerakan Melawan Stunting di Kota Karawang

Dia menerangkan, dahulu penanganan stunting hanya pada 7 kecamatan dan 10 desa saja. Akan tetapi pada tahun 2022 ini diseluruh desa akan disisirnya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved