Gerakan Melawan Stunting Bergerak di Pakuan Pajajaran
Gerakan Melawan Stunting yang diinisiasi bergerak yang kali ini ke wilayah Pakuan Pajajaran, sebutan lain Kota Bogor
Penulis: MNur Ichsan Arief |
WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Setelah di 17 lokasi di Jawa Barat, Gerakan Melawan Stunting yang diinisiasi Ketua DPR RI Puan Maharani kembali bergerak yang kali ini menyasar ke wilayah Pakuan Pajajaran (ibukota kerajaan), sebutan lain untuk Kota Bogor yang pada Abad ke-15 merupakan ibukota Kerajaan Sunda, Minggu (13/2/2022).
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Tanah Sereal diikuti sekitar 200 orang datang dari enam kecamatan di Kota Bogor dan telah didata terlebih dulu, mereka antara lain ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, calon pengantin, dan para kader posyandu.
Angka kejadian stunting di Kota Bogor sebenarnya menurun, dari 10,6 persen pada 2020 menjadi 7,44 persen pada 2021 atau sekitar 6.311 balita. Meskipun demikian, dari 68 kelurahan di Kota Bogor, masih ada 12 kelurahan yang angka stuntingnya mencapai 10 hingga 22 persen.
Baca juga: 2022, Pemkab Karawang Fokus Tekan Angka Stunting dan Tingkatkan Program KB
Baca juga: Di Ciater, Relawan HaloPuan Bergerak Melawan Stunting
Menurut Koordinator HaloPuan, Poppy Astari, terlepas dari persoalan angka, HaloPuan bertujuan tidak hanya memulihkan mereka yang mengalami stunting tapi lebih daripada itu mencegah kejadian stunting baru sejak awal.
“Kalau kita tidak terus waspada, kejadian baru stunting bisa menimpa anak-anak kita,” ujar Poppy dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.
Poppy sebelumnya juga menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar secara bergotong royong bersama kader-kader DPC PDI Perjuangan Kota Bogor ini merupakan bentuk kepedulian Puan Maharani kepada kaum perempuan dan generasi masa depan bangsa Indonesia.
Sebab, kondisi stunting atau gagal tumbuh karena kurang gizi kronis bisa membuat generasi masa depan kurang mampu belajar dan berkarya secara maksimal, sehingga bangsa Indonesia bisa mengalami “kehilangan generasi”.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, berharap kegiatan ini bisa membuat kaum perempuan dan balita-balita di Kota Bogor tumbuh makin sehat.
Simak Video Wisata Gratis Bermain Air di Taman Cattleya :
Kasubkor Pembinaan dan Pelayanan Gizi Dinas Kesehatan Kota Bogor, Deasy Triwahyuni, menyambut baik upaya sosialisasi stunting ini, sebab, menurutnya, banyak warga masyarakat belum memahami apa itu stunting. “Dengan adanya gerakan ini, masyarakat jadi tahu dan akhirnya peduli dalam mencegah kejadian stunting,” kata Deasy.
Dalam kegiatan ini, juga diadakan kegiatan berbagi gagasan memanfaatkan bubuk daun kelor sebagai makanan tambahan super dalam melawan stunting. Daun kelor telah diakui dan teruji manfaatnya di banyak negara dalam mengatasi malnutrisi dan gizi buruk.
Usai acara, kemudian ada pembagian paket makanan tambahan kepada 200 warga, yang dalam paket itu, antara lain terdapat 400 gram bubuk daun kelor. Warga bisa mengolah bubuk kelor tersebut menjadi berbagai menu makanan tambahan yang enak dikonsumsi anak-anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/halopuan-bogor.jpg)