Berita Daerah
Relawan HaloPuan Gelar Gerakan Melawan Stunting di Kota Karawang
Sebanyak 200 orang warga dengan antusias mendatangi lokasi acara Gerakan Melawan Stunting di Kabupaten Karawang
Penulis: MNur Ichsan Arief |
WARTAKOTALIVE.COm, KARAWANG - Sebanyak 200 orang warga dengan antusias mendatangi lokasi acara Gerakan Melawan Stunting di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang diselenggarakan tim relawan HaloPuan di Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar, Rabu (2/2/2022).
“Ibu Puan sangat concern dengan masalah stunting karena anak-anak kita pada hari ini akan berusia produktif pada saat Indonesia berusia 100 tahun, karena itu kami diutus untuk terus menyosialisasikan bagaimana hidup dengan gizi seimbang dan mencegah stunting.” kata Koordinator HaloPuan, Poppy Astari, dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: 2022, Pemkab Karawang Fokus Tekan Angka Stunting dan Tingkatkan Program KB
Baca juga: Di Ciater, Relawan HaloPuan Bergerak Melawan Stunting
Kepala Puskesmas Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Dedi Sugandi, mengatakan salah satu faktor penyebab stunting di wilayah kerjanya adalah perilaku buruk warga, diantaranya adalah kebiasaan membuang hajat sembarangan.
“Masih ada doli (modol di kali) dan dolbon (modol di kebon),” katanya.
Angka stunting di Kabupaten Karawang, menurut data Riset Dasar Kesehatan pada 2018 adalah 33,1%. Pada tahun yang sama, pemerintah kabupaten menyebut prevalensi stunting di angka 12,8%. Angka itu pada 2020 menurun menjadi 2,8%.
Terlepas dari perbedaan data antara pusat dan daerah, Gerakan Melawan Stunting HaloPuan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki mereka yang stunting tapi lebih dari itu mencegah kejadian stunting baru sejak dini.
Oleh karena itu, gerakan ini menyasar sejumlah kelompok warga: ibu menyusui, ibu hamil, pasangan usia subur, calon pengantin, dan kader posyandu dengan berfokus pada penyuluhan tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting.
Baca juga: Cegah Peningkatan Stunting, Ganjar Dorong Kader PDIP Bantu Percepatan Kampung Keluarga Berkualitas
Baca juga: Atasi Kasus Stunting Unkris Siap Kerjasama dengan Pemkot Bekasi, Ini Kata Rektor Dr. Ayub Muktiono
Dalam kegiatan ini juga disampaikan manfaat luar biasa dari bubuk daun kelor.
Belum banyak disadari warga, tanaman yang banyak tumbuh liar di tanah Indonesia itu memiliki manfaat tak terhitung banyaknya, dari mulai kandungan mikronutrisi, serat, zat besi, vitamin, dan antioksidan. Di beberapa negara di Asia dan Afrika, bubuk daun kelor pun telah terbukti mampu melawan malnutrisi dan stunting.
Kepala Desa Pusakajaya Selatan, Boy Jumantara, dan Camat Cilebar, Achmad Kartiwa, berterima kasih kepada Puan Maharani kerena tim Ketua DPR RI itu telah berbagi informasi tentang manfaat daun kelor dan bagaimana cara mengolahnya menjadi bubuk, sehingga kandungan nutrisi dan gizinya terikat
“Ini ada harapan, semoga Cilebar bisa menjadi tempat penanaman dan pengolahan daun kelor karena Cilebar memiliki potensi alam yang luar biasa, selain itu juga bisa untuk menggerakkan ekonomi warga.” kata Camat Cilebar, Achmad Kartiwa.
Baca juga: Dokter Klara Minta Emak-emak Konsisten Beri ASI Ekslusif, agar Bayi tak Menderita Stunting
Baca juga: Turunkan Angka Stunting Lewat Kebiasaan Konsumsi Gizi Seimbang
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Karawang, Taufik Ismail, berterima kasih kepada Puan Maharani yang telah mengirimkan tim relawan untuk mengedukasi warga tentang manfaat kearifan lokal.
Di akhir acara, HaloPuan membagikan 200 paket makananan tambahan, termasuk di dalamnya 400 gram bubuk daun kelor. “Kami berharap ibu-ibu bisa mengonsumsi bubuk daun kelor ini dan mengolahnya menjadi makanan tambahan yang enak dikonsumsi anak,” ujar relawan HaloPuan Muhammad Chotim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dudut-gerakan-melawan-stunting-karawang.jpg)