Mahfud MD: Penjara Tidak Jadi Soal Bagi Koruptor Asal Dompetnya Masih Tebal

Aset tersebut kemudian hanya dimanfaatkan sesuai kebutuhan komersial para koruptor secara pribadi.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan, laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan masih banyaknya modus pemindahan aset hasil korupsi ke luar negeri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan hal yang ditakuti koruptor.

Mahfud mengatakan, koruptor sebetulnya tidak takut dibui, yang mereka takuti adalah kemiskinan.

Atas dasar itu, dia memandang pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca juga: Waskejen PKB Usul Wacana Tunda Pemilu 2024 Dibahas di Rembuk Nasional

“Seolah-olah penjara tidak menjadi soal bagi mereka asal dompetnya masih tebal."

"Anak istri masih hidup enak, masih bisa jalan-jalan ke luar negeri."

"Karena aset hasil korupsi masih bisa disembunyikan untuk kemudian digunakan,” ucap Mahfud saat sambutan secara virtual di Kick Off G20 Anti Corruption Working Group, disiarkan akun YouTube KPK, Jumat (4/3/2022).

Baca juga: Tak Ada Nama Soeharto di Keppres Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Mahfud MD: Ini Bukan Buku Sejarah

Mahfud membeberkan, laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan masih banyaknya modus pemindahan aset hasil korupsi ke luar negeri.

Aset tersebut kemudian hanya dimanfaatkan sesuai kebutuhan komersial para koruptor secara pribadi.

Atas dasar itu, dia menegaskan fenomena tersebut harus ditindaklanjuti, baik secara nasional, regional, hingga internasional.

Baca juga: 80 WNI dan Tiga WNA Tiba di Indonesia dari Ukraina, 14 Orang Masih di Bukares karena Covid-19

Mahfud berharap agenda G20 kali ini bisa jadi momentum untuk bisa mendeteksi berbagai modus penyembunyian aset yang dilakukan para koruptor.

“Seperti modus transaksi dagang internasional, modus penyelundupan uang tunai, modus perdagangan saham, dan sebagainya,” beber Mahfud. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved