Program Tebus Ijazah
Legislator DKI Minta Pemprov Transparan Soal Program Tebus Ijazah, Agar Tidak Timbulkan Kecurigaan
Legislator DKI Minta Pemprov Transparan Soal Program Tebus Ijazah, Agar Tidak Timbulkan Kecurigaan
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Program tebus ijazah yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi perhatian banyak pihak.
Program ini diharapkan dapat membantu para siswa yang ijazahnya tertahan karena tunggakan pembayaran, sehingga mereka bisa segera menggunakannya untuk melamar pekerjaan.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Desie Christiyana Sari, berharap Pemprov bisa lebih terbuka dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca juga: Tebus Ijazah Siswa yang Ditahan di Sekolah, Pemprov Jawa Barat Alokasikan Anggaran Rp 600 Miliar
“Saya kira Pemprov DKI harus transparan perihal program penebusan ijazah yang menunggak pembayaran pada sekolah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan,” kata Desie dari keterangannya pada Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, masyarakat sejak beberapa bulan lalu sudah mengurus persyaratan sangat berharap program ini bisa segera terealisasi.
“Dengan adanya ijazah lewat program pemprov. Orangtua siwa dan siswi berharap anaknya dapat pekerjaan yang layak dan bisa membantu orangtua dalam hal ekonomi keluarga,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta itu.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chicho Hakim, menegaskan program tebus ijazah tetap berjalan sesuai instruksi Gubernur Pramono Anung.
Dia menyebut sebanyak 6.600 ijazah akan ditebus lewat Baznas (Bazis) DKI Jakarta hingga akhir 2025.
“Program tebus ijazah tetap lanjut, Pak Pramono sudah mengintruksikan untuk tahun ini 6.600 siswa dan siswi yang tertahan ijazah harus diselesaikan,” kata Chicho.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Keluarkan Dana Rp 1,69 miliar demi Tebus Ijazah yang Tertahan di Sekolah Swasta
Menurutnya, program ini sangat penting untuk mendukung masa depan lulusan sekolah di Jakarta.
“Hal itu agar bisa mendongkrak ekonomi keluarga masing-masing. Dana untuk penebusan pun ada di Baznas dan Bazis,” imbuhnya.
Di sisi lain, orang tua murid di Jakarta Barat, Dede, mengaku sudah tiga bulan lalu melengkapi seluruh persyaratan, mulai dari surat keterangan sekolah, dokumen pribadi, hingga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Hingga kini, dia masih menunggu kepastian jadwal ijazah anaknya bisa ditebus.
“Kami sudah mengurus ke RT, RW, Kelurahan dan sekolah sejak tiga bulan lalu, tapi kenapa hingga kini belum ada kejelasan. Kami berharap ijazah tersebut bisa diterima, sehingga menjadi pemenuhan syarat melamar pekerjaan,” kata Dede. (faf)
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
| Sekitar 2 Juta Pekerja di Iran Kena PHK Massal Akibat Perang dengan AS-Israel |
|
|---|
| Digitalisasi Bansos Dipercepat, Gus Ipul: Sangat Sesuai Kebutuhan di Lapangan |
|
|---|
| Feri Amsari Nilai Kasus Andrie Yunus Ujian Keseriusan Negara |
|
|---|
| Kisah Srikandi PLN Desi Ulfa dan Anis Lathifa, Kartini Masa Kini di Sektor Energi |
|
|---|
| Harga Meroket, Pengguna LPG Non-subsidi di Depok Pilih Beralih ke Gas Subsidi 3 Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-Ijazah-SD-SMP-SMA.jpg)