Situ Rawa Gede

Manjakan Mata Dengan Memperkosa Alam di Situ Rawa Gede, Sembari Seruput Kopinya yang Mendunia

Bahkan di sinilah, ada perkebunan kopi yang cita rasanya dikenal di dunia, namun tak dipandang di dalam negeri.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Istimewa
Wisatawan menikmati keindahan Situ Rawa Gede 

WARTAKOTALIVE.COM, SUKAMAKMUR -- Bagi beberapa warga Jakarta yang biasa di kebisingan metropolis, wilayah Kabupaten Bogor tak dipungkiri tersohor karena alamnya yang masih murni dan asri serta indah.

Sejumlah wilayah di Bumi Tegar Beriman ini menawarkan sejuta pesona yang rugi untuk dilewatkan begitu saja.

Pesona keindahan alam Kabupaten Bogor, salah satunya bisa dinikmati di Situ Rawa Gede, di Desa Sirna Jaya, Kecamatan Sukamakmur.

Situ Rawa Gede merupakan kawasan khusus yang sedang dikembangkan oleh pihak desa lewat badan usaha milik desa (BUMDES) untuk menjadi tujuan wisata  berkelas.

Dengan area seluas 5,8 hektar,  destinasi wisata ini menawarkan keindahan alam berkonsep agrowisata.

Bahkan di sinilah, ada perkebunan kopi yang cita rasanya dikenal di dunia, namun tak dipandang di dalam negeri.

Mungkin karena kopi Indonesia dari berbagai wilayah nusantara terlalu amat sering menjadi nomor satu di festival kopi dunia, jadi bila kopi di Situ Rawa Gede dicari pecinta kopi dunia, bagi Indonesia, itu hal yang lumrah.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Situ Rawa Gede Bekasi Lakukan Pembatasan Saat Nataru

Baca juga: Tak Mau Terjadi Kerumunan, Pengelola Situ Rawa Gede Bekasi Lakukan Pembatasan saat Libur Nataru

Indonesia memang tak akan pernah tumbang soal cita rasa kopi.

Agus Salim, pengelola Situ Rawagede, mengatakan agrowisata Rawagede ini dibangun sejak 2018.

"Kami mengembangkan destinasi ini sejak Juli  2018 saat dikasih mandat oleh Desa Sirna Jaya," kata Agus, Minggu (20/2/2022).

Dia menjelaskan Situ Rawa Gede dikembangkan sebagai tempat wisata alam.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Kembali Picu PHK, Banyak Warga Bojong Menteng Minta Kerja di Situ Rawa Gede

"Kita ingin melestarikan alam yang ada, tanpa merusaknya," ujarnya.

Untuk pengembangan ke depan, pengelola tidak akan merubah alam yang ada, tetapi berencana menambah jumlah pohon dan menebar ikan.

"Kita akan menanam pohon di pinggir situ untuk melestarikan suasana alaminya," jelas Agus.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved